Serang Kutawarak, Segi Tiga Emas Desa Wisata Purbalingga

By: On: Dibaca: 17,058x
Serang Kutawarak, Segi Tiga Emas Desa Wisata Purbalingga


Menapaki secara marathon tiga Desa di wiliyah KecamatanKarangreja, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah bisa menjadi pilihan perjalananwisata selama liburan.

“Serang Kutawarak” (Desa Serang, Desa Kutabawa, dan Desa Siwarak), tiga Desa layak untuk dikunjungi.Desa-desa ini sangat potensial sebagai Desa Wisata, letak yang strategis serta di dukung dengan keadaan alam yang indah dengan mata pencaharian penduduk mayoritas petani, mudah di jangkau oleh para pengunjung baik dari wilayah Kabupaten  Purbalingga maupun dari Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Pemalang.

Perjalanan menuju ketiga Desa yang berada di kaki Gunung Slamet salah satu gunung berapi terbesar di Indonesia itu masih aktif,  akan melewati jalanan yang berkelok dengan tanjakan dan turunan di beberapa ruas.

Jaraknya sekitar 30 km dari pusat kota Purbalingga, bisa ditempuh selama kurang lebih 1 hingga 2 jam perjalanan menggunakan kendaraan pribadi. Tapi jangan khawatir karena aspal yang rata akan lancar mengantar sampai tujuan.

Sepanjang perjalanan juga tidak membosankan karena suasana pedesaan dan pemandangan alam yang cantik serta bentang gunung berapi yang eksklusif akan terus memanjakan mata kita.

Saat cuaca cerah tanpa banyak awan, langit biru menjadi latar sempurna bagi Gunung Slamet yang menjulang tinggi.Cakrawala biru dan hamparan hijau yang terbentang tidak hanya menyenangkan pandangan, tapi juga menenangkan jiwa.

Serang Kutawarak dengan total luas 2.694.882 Ha ini menyimpan potensi wisata alam yang begitu menarik untuk di eksplore. Dumilai dari Desa Serang, puncak gunung bisa diamati secara leluasa. Terlihat pula barisan hutan dan perbukitan yang mengelilingi kaki-kaki gunungnya.

Namun, bukan hanya keelokan alamnya yang membuat kita akan mudah jatuh cinta dengan Desa Serang. Tetapi juga karena kesederhanaan dan keramahan warganya.

Diawali mengungjungi Desa Serang, kita akan merasa betah berjam-jam di sini. Sambil menikmati keindahan alam dan suasana desa, kita bisa menjelajah tempat-tempat menarik di Desa Serang. Salah satunya adalah mengunjungi kebun-kebun sayur dan buah strawberry.

Untuk mendapatkan buah strawberry kita bisa memilih sendiri dan memetiknya langsung di kebun. Selanjutnya hasil yang dipetik akan ditimbang di kebun untuk menentukan jumlah yang harus kita bayar.

Harganya tentu lebih murah karena berasal langsung dari petani dan tawar-menawar masih berlaku di sini. Beberapa warung milik warga juga menjual sirup ekstrak buah strawberry yang dikemas dalam botol-botol kecil sebagai oleh-oleh dari Desa Serang.

Dianjurkan juga untuk mampir ke lembah asri. Lembah Asri adalah wajah baru dari Desa Serang. Masyarakat Desa Serang telah menyulap lahan di sebelah selatan Pesanggrahan menjadi tempat wisata yang menjanjikan. Ada halaman luas, seluas lapangan bola yang beraspal tipis sebagai tempat parkir. Ada bangunan sebagai aula yang cukup luas.

Luas aula sekitar 20 x 20 meter. Ada lima kamar toilet, ada beberapa warung di sekitar aula. Lahan tempat bermain sangat luas. Ada sekitar lima belas gazebo sederhana yang dapat digunakan untuk duduk-duduk lesehan. Gazebo seluruhnya terbuat dari bambu, kecuali atapnya, yaitu atap rumbia.

Ada kuda tunggang, bagi yang ingin naik kuda. Ada motor penjelajah arena, bagi yang suka naik motor. Ada fasilitas outbond, flyingfox, dan jembatan tali yang panjang tampak siap menyambut pengunjung.

“Akhir 2010, Saya berinisiatif membentuk badan usaha milik desa (BUMDes). Baginya, pengelolaan wisata melalui badan usaha bakal lebih profesional. Ia mengajak sejumlah warga urunan untuk membeli beberapa wahana permainan. Saat itu, terkumpul Rp 50 juta. Kami beli alat flying fox dan motor ATV,”ungkap Kepala Desa Serang, Sugito

Bermalam di Lembah Asri cukup nyaman. Ada fasilitas listrik, toilet, aula, warung dan keamanan. Hawanya sejuk, suasana desa dan suasana gunung sangat terasa. Pengunjung yang bermalam di Lembah Asri dapat mendengar bunyi-bunyian serangga malam.

Jika langit cerah pemandangan sangat menakjubkan, ada bintang-bintang yang menyinari Gunung Slamet. Akan lebih indah jika Gunung Slamet sedang berkenan mengeluarkan cahaya apinya dari kepundannya. Indah. Cahaya listrik di sekitar area masih sangat terbatas sehingga membantu kita untuk dapat menikmati suasana alam yang asli.

Kita bergeser naik ke Desa Kutabawa. Ya Kutabawa,  tempat ini populer di kalangan pendaki. Desa Kutabawa ini didominasi hamparan kebun dengan luas bervariasi tersebut digarap oleh para petani lokal dan dijadikan sebagai lokasi agrowisata. Dari kebun-kebun itu kita bisa mendapatkan aneka macam sayuran segar seperti kol, kobis, dan daun bawang.

Masyarakat Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di Desa ini saat ini mengusung Kutabawa Flower Garden, destinasi wisata yang tidak kalah keren dengan Desa-desa tetangganya.

Untuk menuju lokasi wisata Kutabawa Flower Garden ini, setalh keluar dari Desa Serang, kita akan bertemu dengan pertigaan, kemudian belok ke kanan hingga sampai pada pasar kutabawa, kemudian belok ke kanan hingga terlihat masjid berdiri dipinggir jalan

Ikutilah jalan disebelah Masjid, kita akan sampai di taman wisata Kutabawa Flower Garden Purbalingga. Karena menjadi salah satu destinasi baru wisata didaerah Purbalingga maka pemerintah tak tanggung tangung dalam memfasilitasi tempat tersebut dengan membuat infrastruktur yang memadai.

Sesuai dengan namanya, pemandangan berupa hamparan taman bunga yang berwarna-warni akan langsung menghiasi pandangan kedua mata begitu masuk ke dalam

Untuk bisa menikmati suasana wisata Kutabawa Flower Garden Purbalingga kalian akan dikenakan biaya sebesar Rp. 5000 untuk tiket masuk ke Kutabawa Flower Garden Purbalingga, harga yang sangat terjangkau.

Tempat wisata ini sebenarnya terinspirasi dari taman bunga yang berada di daerah Lembang Bandung. Karena melihat suasana yang bisa dibilang hampir sama maka pengelola membuat dan mengembangkan tempat ini sebagai salah satu destinasi baru berwisatabagi kalian ketika berada di daerah Purbalingga.

Meskipun belum lama dibuka untuk menjadi destinasi wisata, tetapi tempat ini sudah menjadi salah satu tempat yang sering dikunjungi oleh para wisatawan. Apalagi para wisatawan muda-mudi yang suka berburu tempat untuk foto yang keren.

Berfoto di Kutabawa Flower Garden juga semakin menarik karena selain terdapat bunga yang berwarna-warni, pengelola juga menyediakan banyak properti untuk berfoto. Properti seperti payung hingga Teletubbies bisa membuat hasil foto menjadi semakin menarik berlatar warna-warni bunga yang cantik dengan sejuknya udara pegunungan.

Ya memang, tempat ini sangat cocok sekali bagi wisatawan yang suka hobi berfoto dan mengeksplor tempat – tempat baru. Selain berwarna-warni, penataan taman bunga ini juga begitu rapi dan bersih sehingga suasananya sangat menyenangkan.

Taman bunga ini masih terus berbenah. Nantinya luas taman akan terus bertambah, begitu pula dengan jenis bunga yang ada. Segala keindahan yang ada di taman ini mungkin akan membuat Kutabawa Flower Garden menjadi destinasi wisata andalan.

Setelah puas memanjakan mata di Desa Serang dan Desa Kutabawa, kita berpindah ke Desa Siwarak. Desa ini sudah terkenal menjadi salah satu destinasi wisata di Purbalingga dengan adanya Obyek Wisata Gua Lawa (Golaga). Kini, suasananya sudah semakin keren setelah dilakukan pembenahan, khususnya di bagian dalam goa dengan sajian lampu warna-warni layaknya Goa di Guilun Cina.

Pengunjung bisa bercengkerama di bawah rindangnya pohon pinus bercabang. Pengunjung bisa memanfaatkan kursi-kursi kayu yang sengaja disiapkan untuk memanjakan wisatawan sembari menghirup udara segar pegunungan. Pengunjung juga bisa merasakan sensasi beda, menikmati hidangan cafe yang sengaja didirikan di dalam goa.

Momentum ini biasanya dimanfaatkan pengunjung usai mereka menjelajahi keindahan dalam goa yang bertabur lampu warna warni.

“Konsep pengembangan Golaga seperti nuansa Kerajaan Majapahit mulai akan terbentuk,” kata Kepala Bidang Pariwisata pada Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata, Prayitno.

Selain itu, Pokdarwis Lawa Mandiri berhasil mengelola Bukit Njelir yang semakin diminati dengan pesona matahari terbitnya atau sunrise. Bukit Kelir dan Kebun Nanas juga diminati wisatawan.

Tak kalah, masyarakat Desa Siwarak masih merawat kesenian tradisional yakni Kentongan, Kuda Lumping, Sedekah Bumi.Sebagian karya ini adalah hasil cipta mandiri para pemuda pemudi desa Siwarak, sehingga masih sangat perlu pembinaan untuk pengembangan kelestarian kesenian masyarakat Desa Siwarak khususnya.

Desa ini, juga dikenal dengan buah primadonanya yakni Nanas. Masyarakat Desa Siwarak mampu mengolah nanas menjadi saus yang berhasil menembus pasar luar neger khususnya disukai masyarakat Afrika.

Saus nanas dari Siwarak mampu bersaing dengan produk luar negeri karena para pelaku usaha mampu meningkatkan kualitas produknya. Selain saus, terdapat olahan nanas di Siwarak lainnya yang berhasil menembus pasar luar negeri.Semisal selai dengan merk “Nanasqu” yang mampu bersaing dengan produk lain di Korea Selatan.

Untuk memuluskan usahanya, para pelaku usaha nanas Siwarak bekerja sama dengan tenaga kerja Indonesia di Korea Selatan untuk memasarkan produk-produk olahan nanas Siwarak.Tidak susah menjual produk dalam negeri di Korea Selatan lantaran di negara itu telah berdiri super market yang khusus menjual produk Indonesia.

Produk olahan nanas lainnya yang dikembangkan pelaku usaha di Desa Siwarak adalah cenil nanas, kerupuk nanas, serta cocktail. Mereka kini juga tengah merancang minuman olahan nanas yang mengadopsi teknik olahan minuman apel dari Malang.

Berangkat dari potensi alam dan budaya yang ada di Desa Serang Kutabawa dan Siwarak di Kabupaten Purbalingga. Proses inovasi terus tumbuh dalam pengembangan destinasi wisata dengan tidak meninggalkan destinasi yang sudah ada.

Peningkatan kapasitas sumber daya manusia selaku pelaku wisata di desa terus ditingkatkan untuk mewujudkan segitiga emas desa wisata yang selalu menjadi rujukan wisatawan. (yoga tri cahyono)

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!