by

Sepeda Bambu, Teman Setia Ngadino

-Inspirasi-dibaca 135.02Rb kali | Dibagikan 47 Kali

????????????????????????????????????

Ngadino, warga Jalan Sekar Seroja 1 No 48  Perumahan Griya Abdi Kencana Purbalingga setiap pagi berangkat menuju tempatnya bekerja.

Lengkap dengan kacamata dan topi unik, pria kelahiran Desa Kemloko, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung, Ngadino mantap menggenjot sepedanya menuju ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Purbalingga di Letjend S.Parman No. 43 Purbalingga.

Namun, siapa sangka sepeda yang setia menemani Ngadino setiap pagi itu terbuat dari bambu. Yah, selonjor bambu. Mungkin, banyak yang mengira selonjor bambu dianggap tak kuat dan kokoh dibandingkan dengan besi. Ngadino sudah membuktikan bahwa sepedanya kuat untuk ditumpaki menyusuri jalan mulus maupun terjal.

“Saya sudah pernah menggenjotnya berkeliling daerah, misalnya Sokaraja, Banyumas, dan dalam kota Purbalingga,”ungkapnya kepada lintas24.com dan elemen.

Ayah dari Abiyu Hanagya Wisesa, siswa kelas 2 SD Negeri 2 Bancar Purbalingga menceritakan, sepeda bambu ini merupakan hasil tangan Singgih Susilo Kartono warga  Dusun Krajan 1, Kandangan, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

“Sepeda ini saya beli di Bulan Nopember 2015 lalu, harganya Rp.6.500.000. Kerangka (frame) yang terbuat dari bambu itu harganya Rp. 3.500.000,”jelasnya.

Ngadino mengaku, tak perlu perawatan khusus dalam memanjakan sepeda bambunya. Pasalnya, sambungan antara bambu sudah persisi dan kokoh untuk diberi beban sampai dengan 80 kilogram.

Sepeda karya Singgih ini menggunakan teknik belah tangkup yang mengadopsi sistem pemanfaatan bambu untuk usuk atap rumah. Kelebihannya, selain bisa tampil lebih estetis, optimalisasi penggunaan bambu lebih besar karena tidak perlu memilih-milih ukuran bambu yang pas.

“Bila terkena air hujan, cukup diguyur air bersih dan dilap dengan kain kering, selesai, dan praktis to,”ungkapnya.

Comment

Berita Lainnya