by

Seorang Guru ASN di Purbalingga Positif Covid-19 Meninggal

-Daerah, Update-dibaca 8.19Rb kali | Dibagikan 62 Kali

Guru yang mengajar di SD wilayah Kecamatan Bojongsari meninggal dunia Jumat (16 Oktober 2020). Aparatur Sipil Negara (ASN) bernama TS, warga Desa Kajongan, Kecamatan Bojongsari ini positif terpapar virus Covid-19. Hal ini menambah jumlah pasien meninggal karena korona di Kabupaten Purbalingga menjadi lima orang.

“Pasien itu meninggal di RS dr Goetheng Tarunadibrata Purbalingga sekitar pukul 02.15,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Purbalingga, Hanung Wikantono saat dihubungi media siber lintas24.com, Jumat (16 Oktober 2020).

Yang bersangkutan dimakamkan di pemakaman desa setempat oleh petugas dengan menerapkan protokol pemakaman pasien Covid-19 pada Sabtu siang oleh petugas Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Purbalingga. Tidak ada pihak keluarga atau warga sekitar yang diperbolehkan mengantar jenazah sampai ke pemakaman.

Hanung mengatakan, hingga Jumat, 16 Oktober 2020, tercatat sudah 5 pasien terpapar Covid-19 yang meninggal. Adapun sejak kasus korona merebak, total warga Purbalingga yang dinyatakan positif terpapar virus tersebut ada 242 orang.

“Dari jumlah itu, yang sembuh 173 orang, meninggal 5 orang meninggal dan 64 masih dirawat,” katanya.

Sebelumnya, beberapa hari lalu juga ada seorang warga yang terkonfirmasi positif korona meninggal. Yang bersangkutan warga Desa Pekiringan, Kecamatan Karangmoncol. Namun selama hidupnya, dia tinggal di Semarang sehingga tidak masuk catatan Dinkes karena berasal dari luar kota.

Swab Masal

Hanung Wikantono menambahkan, sejak sepekan lalu pihaknya melakukan tes swab secara masal. Tes swab dilakukan di beberapa titik keramaian termasuk di fasilitas kesehatan dalam hal ini rumah sakit dan puskesmas.

Menurutnya, target per minggu 943 orang yang dites swab. Adapun dalam sepekan terakhir, pihaknya mencatat 1.276 orang yang sudah dites swab. Tetapi mereka yang tercatat harus melalui Aplikasi New All Record (NAR) berdasarkan spesimen yang telah dikirim ke laboratorium.

“Kita menenuhi target untuk minggu pertama pelaksanaan, mudah-mudahan begitu juga di minggu-minggu berikutnya. Laporan dinamis, kita mampu 60-76 persen,” katanya.

Untuk pelaksanaan tes swab Minggu pertama, hasil dari laboratorium belum keluar. Menurutnya, ada 900 sampel swab yang harus dikirim ke Laboratorium Kesehatan di Yogyakarta.

“Namun baru bisa terkirim 300 sampel. Masuknya di sana antre,” katanya.

 

 

Comment

Berita Lainnya