by

Semar Sandy App Antarkan Imam Arifin Mahasiswa UNS  Ke Pilmapres Nasional 2020

-Inspirasi, Update-dibaca 5.18Rb kali | Dibagikan 21 Kali

Imam Arifin, mahasiswa Program Studi Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, merancang sebuah sistem irigrasi berbasis teknologi untuk lahan pertanian pasir untuk daerah di sepanjang garis pantai.

Gagasan kreatif Imam bermula dari permasalahan budidaya pada lahan pasir pantai. Ide kreatifnya itu mengantarkan Imam menjadi wakil UNS untuk berlaga di Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Nasional 2020

Lahan berpasir di sepanjang garis pantai sebenarnya berpotensi dijadikan lahan pertanian. Namun persoalan yang terjadi, lahan berpasir sulit menyimpan air dan hal itu menjadi kendala besar pertanian.

“Lahan pasir pantai memiliki peluang yang cukup besar untuk dikembangkan sebagai lahan budidaya pertanian, karena Indonesia memiliki panjang garis pantai mencapai 10,6 juta hektar dengan potensi luas lahan sebesar 10% atau 1.060.000 hektare,” tuturnya

Ia menyadari, dalam mengelola lahan pasir pantai dihadapkan pada permasalahan seperti kemampuan menahan air yang rendah. Karena itu ia kemudian menggagas sebuah sistem irigasi berbasis teknologi yang diberinya nama Semar Sandy App.

“Nama Semar tersebut merujuk kepada Universitas Sebelas Maret sebagai almamater dan Sandy-App merujuk pada aplikasi untuk tanah pasir, ” kata Imam.

Ia memaparkan, Semar Sandy-App yaitu sistem monitoring irigasi lahan pasir pantai berbasis Internet of Things untuk mengukur kelembapan tanah dengan soil moisture sensor yang akan terhubung secara langsung pada aplikasi android pada smartphone melalui mikrokontroler. Dengan penggunaan aplikasi Semar Sandy-App ini memungkinkan pemberian irigasi di lahan berpasir pantai secara teratur dan kontinyu.

“Debit air yang dialirkan juga relatif lebih kecil, dan efisien karena langsung pada zona perakaran tanaman. Aplikasi ini menggunakan irigasi bawah permukaan tanah (subsurface irrigation) melalui irigasi tetes (drip irrigation) yang terbukti efektif dan efisien mendukung pertumbuhan tanaman,” paparnya.

Wakil Dekan Kemahasiswaan dan Alumni FP UNS,  Dr Agung Wibowo mengungkapkan,  perjalanan Imam meraih prestasi tidaklah mudah. Dia memiliki semgat juang yang tinggi, pantang menyerah dan semangat untuk mengabdi.

“Hal ini ditunjukkan dengan inovasi aplikasi yang  sedang disiapkan untuk dilaunching,” ungkapnya.

 

 

Comment

Berita Lainnya