Selasa Ini, Jama’ah Aboge Onje di Purbalingga Baru Berpuasa

By: On: Dibaca: dibaca 5.51Rbx
Selasa Ini, Jama’ah Aboge Onje di Purbalingga Baru Berpuasa

Pemimpin jama’ah Alip Rebo Wage (Aboge)  yang juga sesepuh Desa Onje Kecamatan Mrebet Kabupaten Purbalingga, Kyai Sudi Maksudi memutuskan Jama’ah baru melaksanakan puasa pada hari Selasa (7 Mei 2019)

“Menurut perhitungannya, puasa Romadlon tahun ini jatuh pada hari Selasa Pahing (7 Mei 2019) dan berbeda dengan keputusan pemerintah. Dirinya mengaku tidak ingin dikatakan sebagai sebuah kelompok yang menyimpang karena apa yang dia jalani menurut tuntunan Al-Qur’an dalam beribadah,”ungkapnya kepada cyber media lintas24.com.

Ia menegaskan, Ramadhan kali ini, perhitungannya rumit tapi kami anggap ini sebagai perhitungan pasti. Karena dalam fiqih agama yang bias digunakan sebagai penentuan Romadlon itu ada empat yang salah satunya adalah hisab adalah perhitungan dan kami menggunakan itu. Dasar dan hukum Islam pada umumnya karena memang dia adalah jebolah beberapa pondok pesantren termasuk pondok pesantren tebu iren Jombang. Ulama kharismatik asal pekalongan Habib Luthfi bin Yahya yang menjadi guru Maksudi diakui Maksudi telah memerintahkan maksudi dan komunitasnya untuk meninggalkan ajaran tersebut tapi Maksudi dan jama’ah Aboge menolak karena pertimbangan tradisi turun menurun.

“Habib Luthfi, guru saya itu sudah mrintah saya untuk ninggalin ini. Tapi saya bilang ke Habib Luthfi kalau saya tidak berkiblat sama ayah saya (salah satu tokoh Aboge, Alm. Surya Munadi). Kalau saya berkiblat sama ayah saya berarti saya syirik. Saya hanya menjalankan ilmu hisab beliau. Secara amalan kami masih tahlilan, istighozah dan lain sebagainya. Jadi tidak berbeda amalan kami,” imbuhnya.

Kepala Desa Onje, Mugi Ari Purwono yang ditemui di kantornya mengaku tidak terganggu atau pun terganggu dengan apa yang diamalkan Aboge. Dirinya justru senang dengan keberagaman di Onje termasuk penentuan awal Romadlon. Menurut pengamatannya, Jama’ah Aboge dan masyarakat pada umumnya tidak pernah mempermasalahkan tentang perbedaan Romadlon dan idul fitri yang waktunya sedikit berbeda. Penganut ajaran Aboge diketahui paling banyak di Dusun Bak Desa Onje.

“Kami tidak pernah mempermasalahkan tentang perbedaan ini. Justru kami anggap hal ini sebagai sebuah keunikan,” pungkasnya.

 

 

 

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!