by

Sekolah di Kebumen Boleh Tatap Muka Jika Dua Bulan Zona Hijau

-Pendidikan, Update-dibaca 3.71Rb kali | Dibagikan 36 Kali

Pelaksanaan New Normal atau Tatanan Normal Baru untuk dunia pendidikan terus disosialisasikan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kebumen. Mengingat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) akan dimulai pada 13 Juli 2020 mendatang.

Kepala Disdik Kebumen,  Moh Amirudin menyampaikan, KBM akan dimulai pada 13 Juli 2020 mendatang. Kendati demikian hingga kini belum ditentukan apakah KBM dilaksanakan dengan tatap muka atau menggunakan sistem daring.

“Terkait tatap muka atau daring akan ditentukan sesuai dengan status kabupaten, apakah zona merah, kuning atau hijau,” tuturnya.

Ia menegaskan, jika masih zona merah atau kuning, KBM akan dilaksanakan dengan sistem daring. Namun jika sudah zona hijau dengan jangka waktu setidaknya 2 bulan, KBM akan dilaksanakan secara tatap muka.

“Artinya bukan hijau terus tatap muka, namun ada waktu setidaknya dua bulan. Baru kemudian KBM dilakukan secara tatap muka,” ungkapnya.

Dijelaskan juga, sesuai dengan Webinar yang dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan, Kementerian Agama, Menteri Dalam Negeri, Menteri Kesehatan dan Kemenko PMK. Sesuai Webinar tersebut jika status kabupaten hijau dilaksanakan KBM dengan tatap muka.

“Rapat kali ini dilaksanakan untuk instansi dibawah naungan Dinas Pendidikan Kabupatan Kebumen,” jelasnya.

Ia menyampaikan, di era New Normal ini pembelajaran dilaksanakan dengan satu meja satu siswa. Selain itu siswa juga tempatnya tetap, yakni tidak boleh pindah-pindah. Tidak ada olahraga, siswa tidak boleh naik angkutan umum dan tidak diperkenankan jajan di sekolah. Penggunaan hand sanitizer dan masker harus selalu dilakukan.

“Pembejaran juga dilakukan dengan separo kelas. Artinya siswa masuk dengan cara bergantian jadwalnya,” terangnya.

Jika masih zona merah atau kuning pembelajara dilaksanakan dengan sistem daring. Hal ini juga memerlukan kesiapan tersendiri. Daring tentunya memerlukan kuota. Dengan demikian para guru pun harus memutar otak bagaimana Rencana Anggara dan Kegiatan Sekolah (RKAS) harus dirubah Dana BOS disesuaikan dan lainnya.

“Sistem daring dengan pembelajaran satu arah. Transfer pengetahuan tetap bisa dilakukan, namun bagaimana dengan transfer karakternya?. Padahal karakter menjadi nilai yang terus didengungkan sebagai keberhasilan,” katanya.

Ia menambahkan, pentingnya penggunaan IT dalam KBM. Selain itu peran orang tua siswa juga musti ditingkatkan. Kini orang tua dan guru harus saling berbagi tugas dan berbagi peran dalam mendidik anak.

“Dengan adanya IT ini, kini kita menyadari bahwa belajar tidak lagi terpengaruh oleh ruang dan waktu. Belajar dapat dimana saja dengan sistem daring. Prinsip belajar di tengah pandemi ini yakni kesehatan adalah nomor satu,” katanya.

 

 

Comment

Berita Lainnya