by

Sekolah di Banyumas Batal LaksanakanTapka

-Pendidikan, Update-dibaca 4.41Rb kali | Dibagikan 31 Kali

Meningkatnya reproduksi rate persebaran Covid-19 di angka 1,2, membuat Pembelajaran Tatap Muka (Tapka) di Banyumas yang telah direncanakan terancam batal. Situasi tersebut akhirnya memaksa kegiatan Tapka di sekolah harus dibatalkan untuk mencegah penambahan kembali korban positif Covid-19.

“Angka reproduksi persebaran virus Covid-19 meningkat. Otomatis Tapka dibatalkan karena dibatas satu angkanya. Kalau saya menerobos saja ya saya disalahkan pemerintah pusat,” ungkap Bupati Banyumas, Achmad Husein.

Ia juga menjelaskan, angka di bawah 1 pada minggu lalu hanya berjalan selama sembilan hari. Hal ini menyebabkan perubahan terhadap status Banyumas menjadi oranye. Dengan perubahan status tersebut, tingkat penyebaran Covid-19 sudah berada ditahap yang cukup berbahaya.

“Saat ini Banyumas di zona oranye,”jelasnya.

Ia juga menambahkan, bahwa di Banyumas penyebaran Covid-19 bisa mencapai dua orang kasus positif  per hari. Hal tersebut cukup mengkhawatirkan, sehingga perlu diambil tindakan-tindakan pencegahan.

“Untuk bulan Agustus lalu saja yang positif bertambah 86, dan bulan September sampai hari ini sudah ada 23 orang yang positif Covid,” tutur dia.

Penambahan tersebut terjadi pada saat swab massal agresif dan juga swab mandiri. Pihaknya mengkhawatirkan Guru dan Orang tua dapat tertular apabila sekolah dibuka untuk siswa-siswi.

“Sekarang justru kecenderungannya swab mandiri. Jadi orang yang memiliki gejala dengan kesadaran diri melakukan swab mandiri. Dengan ini kami mengkhawatirkan juga orang tua serta guru apabila dipaksakan untuk PTM” pungkasnya.

 

Editor : Rizky Riawan Nursatria

Comment

Berita Lainnya