by

Sekolah Dasar di Purbalingga Belum Bisa Adakan KBM Tatap Muka Selama Belum Zona Hijau

Kegiatan belajar mengajar (KBM) di Kabupaten Purbalingga belum bisa dilaksanakan dalam waktu dekat. Pasalnya, banyak syarat yang harus dipenuhi saat memulai pembelajaran tatap muka di sekolah.

“Kabupaten Purbalingga belum zona hijau, jadi belum bisa melaksanakan KBM tatap muka. Selain itu syarat lain masih banyak. Jadi 450 Sekolah Dasar (SD) belum bisa melaksanakan KBM. Seharusnya, tanggal 13 Juli 2020 sesuai jadwal hari pertama siswa masuk sekolah tahun ajaran baru,” tutur Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Purbalingga, Setiyadi kepada wawasan.co seperti dikutip cyber media lintas24.com, Senin (29 Juni 2020)

Ia menambahkan, pihaknya belum menerima arahan dari Bupati Purbalingga maupun Kementerian terkait kepastian waktu mulai pembelajaran tatap muka. Namun, ketika izin Bupati, maupun arahan menteri sudah bisa, namun orang tua siswa belum sepakat, maka pembelajaran di sekolah dengan tatap muka bisa tetap ditunda.

“Ini yang harus dipahamkan. Tanggal 13 Juli mendatang sesuai jadwal hari pertama siswa masuk sekolah tahun ajaran baru. Namun, bukan berarti siswa harus langsung berangkat sekolah tatap muka. Semua harus benar benar dipersiapkan dengan matang. Ada cek poin penerapan protokol kesehatan, izin dari Bupati/Kepala Daerah, izin atau persetujuan dari orangtua,” tuturnya

Terkait belum dimulainya tatap muka belajar siswa SD itu, Setiyadi mengatakan Dindikbud memiliki dasar. Yaitu Keputusan Bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri, tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran dan Tahun Akademik baru di masa Pandemi Korona Virus Disease (Covid-19).

“Keputusan bersama itu tertanggal 15 Juni 2020. Isinya beberapa mekanisme pembelajaran selama masa pandemi Covid-19. Pembelajaran akan diatur kemudian secara bertahap, seperti melalui sistim daring (online).,” rincinya.

Lebih lanjut dikatakan, dalam zona hijau, peserta didik bisa memulai pembelajaran tatap muka dengan sistim bertahap. Tidak sekaligus semuanya berangkat sekolah satu kelas penuh.

“Namun saat ada penambahan kasus/ level risiko daerah naik, satuan pendidikan wajib ditutup kembali,” tuturnya.

 

 

Comment

Feed Berita