by

Sedekah Sepatu Salurkan Donasi dan Sembako untuk Kelurga Dirin di Desa Sangkanayu, Purbalingga

-Inspirasi, Update-dibaca 10.44Rb kali | Dibagikan 31 Kali

Kali kedua tim Sedekah Sepatu Layak Pakai mampir ke rumah Dirin di RT 3 RW 1 Desa Sangkanayu, Kecamatan Mrebet, Purbalingga. Walapun, kondisi finansial Dirin sedikit limbung. Dirin terlihat lebih segar sejak dirinya mengalami kecelakaan terjatuh dari pohon kelapa saat menderes. Paling tidak jika dibandingkan tiga minggu yang lalu ketika kali pertama Tim Sedekah Sepatu Layak Pakai menyambangi kediamannya.

Kehidupan sehari-hari Dirin dan keluarga tak banyak berubah. Meski saat ini istri Dirin sudah ikut menyusul anak pertamanya bekerja menjadi asisten rumah tangga di Jakarta.

Sebelum berangkat ke Jakarta, untuk menambah pemasukan, istri Dirin berjualan jajanan keliling kampung. Tapi hasilnya pun tak seberapa. Hanya cukup untuk makan sehari-hari.

Saat tim tiba Anak kedua Dirin, yang bernama Sifa sekilas tengah konsentrasi mencuci piring di samping rumah. Sementara anak bontot Dirin yang bernama Inayah diketahui sedang “ngode” (bekerja-red) memisahkan bunga cengkeh dari batangnya di rumah tetangganya. Dengan bayaran Rp 1.000/kg.

“Karena kondisi saya (patah tulang rusuk) saya jadi gak bisa kerja. Pemasukan sehari-hari berkurang. Jadi terpaksa anak pertama saya kerja di luar kota. Padahal baru lulus SD,” kata Dirin.

Beruntung, semua biaya pengobatan Dirin ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Mereka pun mendapatkan sejumlah bantuan pemerintah seperti program PKH dari Kementerian Sosial. Dan sejumlah bantuan dari pemerintah daerah akibat wabah COVID-19.

Inisiator Sedekah Sepatu Layak Pakai, Yuspita Palupi mengaku, jika kedatangannya kali ini dalam rangka menyampaikan sejumlah “titipan” dari donatur untuk Dirin dan keluarga.

Dikatakan, pasca kedatangan tim yang pertama kali, dia dan sejumlah relawan yg tersebar di Purbalingga, Banjarnegara, dan Banyumas secara massif melakukan penggalangan dana dan bantuan lain yang dibutuhkan keluarga Dirin. Seperti baju layak pakai dan sembako.

“Banyak donatur yang terketuk hatinya saat melihat video kondisi rumah Dirin yang masih semi permanen (lantai tanah dan dinding dari anyaman bambu). Kami post dan sebar via sosmed. Alhamdulillah banyak yang menitipkan bantuan. Diharapkan bisa bermanfaat untuk Dirin dan keluarga,” tuturnya.

 

 

Comment

Berita Lainnya