SD Kristen Bina Harapan Pernah Menjadi Batalyon Militer Pertama di Purbalingga

By: On: Dibaca: dibaca 60.50Rbx
SD Kristen Bina Harapan Pernah Menjadi Batalyon Militer Pertama di Purbalingga

Sejarah kemiliteran di Purbalingga masih asing dalam pengetahuan masyarakat, bahkan juga tidak masuk dalam kurikulum mata pelajaran sejarah di sekolah.

Sehingga tidak ada yang menyangka sebelum satuan Batalyon yang kini berada di Kelurahan Bojong, Kecamatan Purbalingga, ternyata dahulunya menempati gedung yang kini digunakan sebagai SD & TK Kristen Bina Harapan Purbalingga tepatnya di Jalan Jenderal Soedirman No 117 Kelurahan Purbalingga Lor.

Sebuah foto yang disimpan di Dinas Arsip dan Perpustakaan (Dinarspus) Kabupaten Purbalingga terpampang foto jadul sekitar tahun 1950-an, yakni ketika sekolah tersebut masih dihuni sebagai markas Batalyon TNI.

Foto tersebut dibenarkan oleh Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Cabang Purbalingga, Karisan saat ditemui Tabloid Elemen. “Ya dulunya memang disitu adalah batalyon pertama. Namanya Batalyon Brotosiswoyo,” kenangnya.

Karisan merupakan salah satu Veteran asli Purbalingga kelahiran tahun 1941. Sementara saat tahun 1950-an ia masih belajar di Sekolah Guru B yang saat itu masih menumpang di SMP Negeri 1 Purbalingga.

Saat itu pula ia mendapati lokasi tersebut masih aktif digunakan sebagai Batalyon. Namun demikian ia juga kerap mendapatkan informasi dari rekan veteran yang lain khususnya dari angkatan 45.

Pada zaman agresi militer atau pasca 1945 gedung tersebut dijadikan sebagai Batalyon oleh TNI. Kemudian dikenal dengan nama Batalyon Brotosiswoyo, sebab Mayor Brotosiswoyo merupakan komandan pertama BKR Purbalingga. Pembentukan BKR di Karesidenan Banyumas pertama kali diprakarsai oleh Soedirman, mantan Daidanco (Komandan Batalyon PETA) Kroya atas dasar surat dari BKR Pusat. Demikian, Brotosiswoyo mantan Chudanco Banyumas ditunjuk untuk memimpin BKR Purbalingga.

Deskripsi Batalyon Brotosiswoyo saat itu terdiri dari 3 gedung. Diantaranya gedung yang kini digunakan sebagai SD & TK Kristen Bina Harapan, sementara dua gedung yang lain berada di depannya.

Diantaranya gedung bagian barat kini digunakan sebagai kantor sekretariat aneka organisasi purna jabatan militer seperti Pepabri, LVRI dan sebagainya. Sementara gedung sebelah timur kini digunakan sebagai rumah Dinas Komandan Kodim 0702 Purbalingga.

“Gedung Pepabri dan berbagai organisasi lain dalam kesatuan batalyon saat itu gedung digunakan sebagai untuk mess perwira, atau rumah tinggal khusus perwira. Sementara gedung yang kini digunakan sebagai rumah dinas Dandim adalah gedung untuk Bintara Onder Distrik Militer (BODM) pada era tahun 1950 dan sebelumnya,” paparnya

sekitar tahun 1960-an lanjut veteran yang pernah berjuang dalam Pembebasan Irian ini, berubah nama menjadi Bintara Urusan Teritorial Perlawanan Rakyat (Buterpra), komandan tertingginya berpangkat Sersan Mayor. Buterpra dalam era terkini telah berubah nama kembali menjadi Komando Rayon Militer (Koramil).

Sementara lahan tengah-tengah di antara gedung Pepabri dan rumah dinas Dandim kata dia dahulunya adalah lahan kosong yang digunakan sebagai lapangan untuk apel maupun kegiatan militer. Kini lahan tersebut telah dibangun Gereja Kristen Indonesia (GKI).

“Akhir Tahun 1950-an Batalyon yang ada di Bojong sedang mulai dikerjakan, lalu sekitar tahun 1960-an Batalyon resmi pindah ke Bojong dengan tempat yang lebih representatif,” kata pensiunan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) ini. (Ganda Kurniawan)

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!