Menu
Media Online Terpercaya

Satu guru SMP Negeri 6 Purwokerto Positif Covid-19. Bupati Evaluasi Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka

  • Share
Bupati Banyumas Achmad Husein

Pemerintah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mengevaluasi pelaksanaan pembelajaran secara tatap muka. Pasalnya, telah ditemukannya kasus penularan COVID-19 di lingkungan sekolah

“Iya ditutup dan akan dievaluasi selama 14 hari ke depan karena ada satu guru SMP Negeri 6 Purwokerto yang positif. Hari ini ada pemberitahuan, besok sudah mulai tutup,” ucap Bupati Banyumas Achmad Husein, Senin (9 November 2020).

Husein menambahkan, untuk SD Negeri Panembangan di Kecamatan Cilongok yang telah melaksanakan uji coba pembelajaran tatap muka diperbolehkan melanjutkan aktivitas belajar mengajar di sekolah. Sedangkan sekolah lain yang sudah siap melaksanakan pembelajaran tatap muka, dapat mengajukan permohonan izin melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas untuk memulai kegiatan belajar mengajar di sekolah.

“Jika sekolah berencana menyelenggarakan pembelajaran tatap muka, para guru wajib menjalani swab lebih dulu,” ujarnya.

Bupati Husein selain mengevaluasi pelaksanaan pembelajaran tatap muka, Pemkab Banyumas juga memperketat pengawasan kegiatan masyarakat di sektor yang lain serta menunda pelaksanaan rencana pembukaan kembali bioskop.

“Kami akan memperketat kembali sejumlah aktivitas mengingat angka reproduksi efektif di Banyumas sekarang kembali berada di atas 1, sedangkan positivity rate naik menjadi 4 persen,” terangnya mengenai indikator penularan COVID-19 di wilayahnya.

Pasar Minggon di kompleks Gelanggang Olahraga (GOR) Satria, Purwokerto, yang telah dibuka kembali akan ditutup lagi, oleh Pemkab Banyumas untuk keperluan evaluasi karena masih banyak pedagang yang tidak memakai masker dan menaati protokol kesehatan.

“Minggu depan mungkin belum akan ditutup, kami beri kesempatan melalui pemberitahuan dulu. Mungkin dua minggu lagi baru akan ditutup,” katanya.

Meski kegiatan Pasar Minggon ditutup sementara, Husein menambahlam, fasilitas GOR Satria tetap dibuka untuk umum namun dibatasi hanya sampai pukul 10.00 WIB.

Pembatasan waktu aktivitas warga di tempat umum yang sempat diperlonggar juga akan diperketat lagi. Bupati mengatakan bahwa pemberlakuan jam malam yang semula sudah dilonggarkan menjadi pukul 22.00 WIB hingga 06.00 WIB akan kembali diperketat menjadi pukul 20.00 WIB hingga 06.00 WIB.

 

 

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *