by

Satreskrim Polres Purbalingga Bekuk Dua Pelaku Penyebar Hoaks Pocong Gentayangan

-kriminal, Update-dibaca 2.61Rb kali | Dibagikan 138 Kali

Tim khusus Polres Purbalingga terkait isu pocong gentayangan yang meresahkan masyarakat berhasil mengamankan dua orang pelaku penyebar hoaks terkait isu tersebut. Pelaku pertama berinisial YS (33) warga Desa/Kecamatan Kemangkon, Kabupaten Purbalingga. Ia memposting video penampakan pocong di media sosial Facebook bernama Sibontot Irho miliknya. Dalam postingan disebutkan kalimat “jembatan kembangan lurr wates Klampok”.

“Sedangkan pelaku lainnya berinisial ICS (15) warga Kecamatan Kutasari diamankan oleh polisi dari Polsek Kutasari. Pelaku yang mendapat video penampakan pocong dari saudaranya kemudian mengunggah sebagai status di WhatsApp miliknya,” ungkap Kapolres Purbalingga AKBP M Syafi Maulla melalui Kasat Reskrim AKP Meiyan Priyantoro, kepada cyber media lintas24.com, Sabtu (6 Juni 2020)

Ia menjelaskan, dari keterangan YS  ia mendapatkan video dari status WhatsApp temannya. Kemudian dia mengunggah melalui akun Facebook miliknya sambil menambahkan keterangan. Dalam keterangan seolah-olah lokasi kejadian dalam video berada di Jembatan Kembangan wilayah Kecamatan Bukateja.

“Berdasarkan keterangan pelaku ia melakukan postingan tersebut karena iseng. Namun akibat postingan tersebut membuat resah masyarakat dan video telah beredar luas melalui media sosial,” jelasnya.

Untuk pelaku kedua, ICS (15) warga Kecamatan Kutasari  saat dikonfirmasi oleh temannya ia mengatakan video tersebut diambilnya sendiri saat melintas di Desa Meri Kecamatan Kutasari.

“Akhirnya informasi tersebut tersebar luas dan menimbulkan keresahan,” ungkap Kasat Reskrim AKP Meiyan Priyantoro.

Ia menambahka,n kedua pelaku sudah dimintai keterangan dan mereka berdua mengakui perbuatannya.

“Saat ini masih dilakukan upaya penyelidikan lebih lanjut,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, kepada masyarakat disampaikan imbauan Kapolres Purbalingga agar tetap tenang dan tidak resah serta tidak mudah percaya terhadap isu pocong yang beredar. Karena sampai saat ini belum ada bukti nyata terkait hal itu. Selain hal tersebut masyarakat juga diimbau agar tidak menyebarkan informasi yang belum diketahui secara pasti kebenarannya. Karena berita bohong yang beredar bisa menimbulkan keresahan dalam masyarakat.

“Terkait kamtibmas, mari kita bersama menjaga lingkungan masing-masing dengan cara ronda malam. Laporkan kepada pihak kepolisian apabila mendapati gangguan keamanan sehingga bisa cepat ditindaklanjuti,” tuturnya.

Comment

Berita Lainnya