by

Satpol PP Purbalingga Diminta Tertibkan Kerumunan Masyarakat di Pusat Perbelanjaan

Pusat perbelanjaan di Kabupaten Purbalingga mulai diserbu pembeli. Kerumunan aktivitas warga di siang hari sudah sama seperti hari-hari biasa sebelum merebaknya Covid-19 di Purbalingga. Kerumunan mulai terlihat sejak tiga hari terakhir, mulai Jumat (15 Mei 2020) pekan lalu. Kondisi tersebut menimbulkan keresahan. Pasalnya, dikhawatirkan rawan penyebaran Covid-19.

“Toko-toko sudah ramai pembeli, tidak tampak pembatasan sosial, atur jarak antrian dalam berbelanja dan tidak semuanya patuh menggunakan masker.Saya minta agar Ibu Bupati  Dyah Hayuning Pratiwi memerintahkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk segera bertindak. Jangan hanya jam malam saja. Tapi kawasan pertokoan di siang hari ditertibkan,” kata beberapa warga.

Kondisi tersebut kemungkinan disebabkan karena Aparatur Sipil Negara (ASN) dan sejumlah pekerja swasta telah mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR).

Kepala Satpol PP Purbalingga, Suroto menegaskan  kebanyakan warga  datang ke pusat perbelanjaan untuk berbelanja kebutuhan lebaran. Namun, yang disayangkan sejumlah toko tidak menetapkan protokol penanganan Covid-19 dalam mengatur pengunjung yang datang.

“Kami segera bergerak. Sore ini bergerak sesuai arahan Bupati Dyah Hayuning Pratiwi untuk melakukan penertiban.  Pihaknya mengharapkan protokol penanganan Covid-19, mulai dari menjaga jarak fisik dan penggunaan masker diterapkan,” tuturnya saat dihubungi cyber media lintas24.com. Senin (18 Mei 2020)

Terhitung Senin (18 Mei 2020) terdapat 51 kasus positif Covid-19 di Kabupaten Purbalingga. Sebanyak 35 orang masih dirawat, 15 orang sembuh dan satu orang meninggal dunia. Untuk menekan penyebaran Covid-19 perlu disiplin, jaga jarak, gunakan masker dan hindari kerumunan.

 

 

Comment

Feed Berita