by

Satlantas Polres Purbalingga Menyerahkan Bantuan Untuk Sukarjo Warga Jalan Lawet Purbalingga

-Inspirasi, Update-dibaca 10.14Rb kali | Dibagikan 58 Kali

Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Purbalingga AKP Indri Endrowati disela-sela kegiatan Operasi Patuh Candi 2020 menyerahkan bantuan kepada Sukarjo, warga Jalan Lawet, RT 02 RW 03 Kelurahan Purbalingga Wetan, Kecamatan Purbalingga Kabupaten Purbalingga, Jumat (24 Juli 2020).

Baca Juga : Polres Purbalingga Gelar Operasi Patuh Selama 14 hari

Mendampingi Kasat Lantas saat penyerahan bantuan, Kepala Unit (Kanit) Pendidikan dan Rekayasa (Dikyasa) IPTU Tedy Subiyarsono, Kanit Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan, dan Patroli (Turjawali) IPTU Muslimun

Baca Juga : Enam Tahun Pipi Sukarjo Warga Jalan Lawet Purbalingga Terluka. Untuk Makan dan Minum Susah

“Saya mewakili teman-teman anggota Satlantas Polres Purbalingga menyerahkan bantuan untuk Pak Karjo. Tadi saya bertanya penyebab penyakitnya kepada Pak Karjo. Penyakit ini dideritanya sudah sejak 2012. Dulu katanya, digigit tikus dan terasa gatal. Rasa  gatal itu terus ia garuk menggunakan tangan. Lambat laun, lukanya terus melebar dan menganga. Semoga sembuh ya. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban biaya pengobatannya,” ungkapnya kepada media siber lintas24.com, Jumat (24 Juli 2020).

Baca Juga : Pandemi Covid-19, Satlantas Polres Purbalingga Beri Dispensasi Perpanjangan SIM

Ia menambahkan, bantuan yang diserahkan ini berasal dari infak anggota Satlantas yang sudah sejak lama dilaksanakan di lingkungan Satlantas Polres Purbalingga.

Baca Juga : Ruang Pelayanan Satlantas Polres Purbalingga Disemprot Disinfektan Untuk Pencegahan Penyebaran Covid-19

“Di Satlantas, ada infak dari anggota. Setiap hari setelah apel pagi kita kumpulkan. Jumlah uangnya sukarela. Kita sudah programkan kegiatan bakti sosial (baksos) secara rutin untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan,” ungkapnya.

Baca Juga : Satlantas Polres Purbalingga Gelar Kegiatan Peduli Kesehatan Untuk Antisipasi Penyebaran COVID-19

Untuk diketahui, sudah hampir enam tahun, Sukarjo tidak bisa menggunakan mulutnya untuk makan dan minum dengan maksimal. Pasalnya, daging pipi sebelah kiri hilang karena infeksi. Gigi dan gusinya pun terbuka dan kelihatan secara kasat mata. Penyebabnya karena pipinya digigit tikus

Dalam kesehariannya, Sukarjo harus mengenakan masker kain untuk menutupi lukanya. Saat makan atau minum harus memiringkan kepalanya kesebelah kanan agar makanan atau minuman tidak keluar dan dapat masuk ke tenggorokan.

Comment

Berita Lainnya