by

Satgas Pamtas RI-PNG Diberangkatkan

-Dunia-dibaca 175.11Rb kali | Dibagikan 120 Kali

DSC_0824

Sebanyak 450 personel TNI Bataliyon Infanteri (Yonif) 406 Candrakusuma yang tergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Republik Indonesia di Papua Nugini (RI-PNG) Kamis (10/9) diberangkatkan. Sebelum pemberangkatkan di Markas Yonif 406 Candrakusuma, Kepala Kepolisian Resort Purbalingga AKBP Anom Setiadji selaku Inspektur Upacara (Irup) pada Upacara Pengantaran Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 406/CK Tahun 2015 yang dihadiri Penjabat Bupati Purbalingga Budi Wibowo serta pimpinan FKPD Purbalingga diikuti seluruh jajaran TNI Yonif 406 Candrakusuma menjelaskan, bahwa pengelolaan batas wilayah Negara serta wilayah perbatasan diperlukan untuk memberi kepastian.

Pengelolaan batas wilayah negara dan wilayah perbatasan diperlukan. Hal itu untuk memberi kepastian hukum mengenai ruang lingkup wilayah negara serta kewenangan pengelolaan wilayah negara dan hak berdaulat. Pelibatan TNI dalam penegakan hukum di wilayah perbatasan tidak lepas dari tugas yang diamanatkan dalam UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI,jelasnya.

Menurut, Anom,menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari Sabang hingga Merauke menjadi ketegasan dan orientasi TNI. Disamping itu, manunggalnya TNI dan rakyat merupakan sumber kekuatan.

Orientasi dan ketegasan sikap TNI dalam menjalankan tugas negara sudah jelas yakni menjaga kedaulatan NKRI yang terbentang dari Sabang sampai Merauke. Sedangkan kemanunggalan TNI dengan rakyat adalah sumber kekuatan utama TNI dalam mengemban tugas tugas negara,tuturnya..

Anom menambahkan, bahwa TNI lahir serta berkemabng bersama rakyat. Sampai kapanpun, kemanunggalan TNI bersama rakyat merupakan pilar tegak dan kokoh TNI sebagai kekuatan militer.

Sejarah mencatat, TNI lahir, tumbuh dan berkembang bersama rakyat. Sejarah juga mencatat kemanunggalan TNI-Rakyat telah menghasilkan prestasi gemilang, baik dalam memepertahankan kedaulatan negara maupun dalam peran serta menjalnkan roda pembangunan. Saat ini dan kedepan, bahkan sampai kapanpun, kemanunggalan TNI-rakyat adalah pilar bagi tegak dan kokohnya TNI sebagai kekuatan militer yang tangguh, handal dan mampu menjalankan tugas pokoknya,ujarnya..

Anom menandaskan, reformasi TNI telah menunjukkan hasil yang nyata, bahwa TNI telah kembali kepada jatidiri, fungsi dan tugas pertahanan negara yaitu menjaga kedaulatan dan integritas NKRI. Semua capaian tersebut harus dijaga dan dipertahankan.

Penegakan hukum di wilayah perbatasan Indonesia saat ini masih tergolong sebagai hard-border security regime atau pengaturan keamanan perbatasan secara keras . Dalam pengaturan jenis ini perbatasan dijaga ketat oleh pasukan bersenjata. Oleh karenannya, terlihat di pintu-pintu keluar masuk perbatasan ditempatkan pos TNI (Satgas Pamtas) dan Pos Polri. Selain menjaga kedaulatan negara, hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kegiatan ilegal misalnya pembalakan liar, perdagangan manusia, penyelundupan bahan peledak, infiltrasi, sabotase serta kegiatn intelejen asing. Selaku pribadi dan atas nama yang hadir disini saya menyampaikan dengan penuh rasa bangga dengan didiringi rasa tanggung jawab serta kecintaan kepada bangsa dan negara dalam memperthankan NKRI khususnya di wilayah RI-Papua Nugini.Kepercayaan ini merupakan kehormatan dan tugas mulia bagi prajurit Yonif 406Candra Kusuma untuk dipertanggungjawabkan serta dilaksanakan sebaik-baiknya. Penugasan ke daerah operasi ini, merupakan wujud nyata pengabdian dan kehormatan kepada neagara dan bangsa,tandasnya.

Comment

Berita Lainnya