Sanggar Darimu Bokol Kemangkon Eksplorasi Inspirasi Keren

By: On: Dibaca: 115,973x
Sanggar Darimu Bokol Kemangkon  Eksplorasi Inspirasi Keren

kt

 

Keberanian untuk berekspresi diri dan mengutarakan gagasan, menjadi motor perubahan sosial di masyarakat. Terutamanya pada bidang-bidang subkultur seperti music, visual art, fotografi, dan style yang bertujuan agar semua generasi muda bisa menuangkan ekspresi dirinya. Hadir membawa semangat baru, dengan membuka untuk semua kalangan aktivitas pemuda di Desa Bokol khususnya dan Pemuda Indonesia pada umumnya

Sanggar Darimu, ekspresi inilah yang kemudian menjadi inspirasi Dwi Nugroho pengelola dan pemilik Sanggar Darimu sebagai wadah sekaligus menciptakan platform yang ideal bagi berkembangnya ide dari generasi baru ini untuk publik untuk hidup dalam hari-hari yang lebih berwarna.

Perjalanan untuk mengunjungi Sanggar Darimu tidaklah begitu sulit, menyusuri jalan utama Senon-Bokol-Kedungbenda yang lebar dan halus. Kemudian harus melewati jalan rabat beton menyusuri pinggiran sawah di Desa Bokol. Sesampainya di Sanggar Darimu, di beberapa rumah yang terbuat dari bambu bakal disuguhi grafiti. Ada berbagai tulisan, di antaranya berukuran besar bertuliskan Darimu.

Dwi Nugroho berharap, Sanggar Darimu dapat membawa sebuah ombak perubahan yang memperkaya peradaban dunia dalam berbagai aspek, mulai dari aplikasi yang memudahkan aktivitas keseharian, hingga maksimalisasi sumber daya manusia kreatif melalui eksplorasi bidang kesenian.

Pemuda 22 tahun ini menceritakan, jika pada usia 8 tahun dia sudah memiliki impian bisa membuat sanggar. Namun baru beberapa tahun terakhir impiannya terwujud. Tujuannya terus belajar sampai mati dan ikut mendukung terwujudnya kegiatan positif di semua lini.

“Saya mengawali dengan musik dari genre reggae rasta yang memang saya kuasai. Mulailah berbagai dukungan masuk. Teman dari luar daerah juga ikut mendukung. Ada dari Jogjakarta dan Purbalingga. Ini yang membuat saya semakin semangat,” ungkapnya kepada Tabloid Elemen seperti yang dikutip dari laman lintas24.com.

Aktivitas di sanggar semakin bertambah ketika panggung Garimu mulai ramai diisi pentas musik kontemporer dan seni. Kemudian pengelola juga membuka pintu untuk kegiatan pendidikan, seperti outing class siswa sekolah dan pertanian serta perikanan.

“Kami bebas 24 jam beraktivitas dan berkreasi. Bahkan untuk pertanian, kami sediakan lokasi untuk latihan tanam, musik saya berikan panggung ala kadarnya, dan suguhan makanan khas desa,” tuturnya.

Dikatakan Dwi, Sanggar Darimu juga sempat dikunjungi wisatawan Belanda yang tergabung dalam Yayasan Pikulan belum lama ini. Para wisatawan kagum dengan kondisi sanggar.

“Ke depan, saya terus berkreasi bersama teman lainnya. Semua demi mendukung generasi muda yang semangat, positif dan bersama membangun desa, Purbalingga dan sampai ke tingkat nasional. Ini saya harapkan akan menggetarkan nusantara, minimal semangat baja kami dalam berkreasi,” jelasnya.
 

 

 

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!