Sampah VS Bahasa Inggris – Rini Setio Wachyuningsih, S.Pd

By: On: Dibaca: 69,334x
Sampah VS Bahasa Inggris – Rini Setio Wachyuningsih, S.Pd

Keberhasilan sebuah pembelajaran ditentukan oleh banyak factor. Salah satunya adalah penggunaan media pembelajaran yang tepat.  Media pembelajaran dibutuhkan agar peserta didik dapat menyerap materi belajar dengan baik. Bayangkan bila peserta didik hanya mendapatkan materi dari pengajar melalui penjelasan langsung, yang dikenal dengan metode ceramah, tanpa media apapun. Tentunnya pembalajaran akan terasa membosankan karena tidak adanya variasi media pembelajaran yang lebih menarik.

Mata pelajaran Bahasa Inggris sebagai salah satu mata pelajaran yang diujikan secara nasional, juga dikenal sebagai salah satu mata pelajaran yang sulit di samping Matematika. Tentunya sangat membutuhkan media pembelajaran yang tepat dalam setiap proses pembelajaran di dalam kelas. Hal ini diharapkan  agar peserta didik dapat menyerap materi Bahasa Inggris dengan lebih mudah, menarik siswa dan menimbulkan gairah serta semangat belajar peserta didik.

Menurut Arif S Sadiman (1990), media merupakan segala alat yang bisa merangsang peserta didik untuk belajar dan bisa menyajikan pesan kepada sisawa. Pada dasarnya fungsi media adalah untuk memperjelas penyajian materi agar tidak membosankan dan dapat dipahami oleh peserta didik dengan mudah.

Media pembelajaran mata pelajaran Bahasa Inggris sangat diperlukan guna memudahkan siswa untuk menyerap materi yang di sampaikan oleh pengajar. Media ini dapat berupa audio,  video,  ataupun  benda benda yang ada di sekitar kita (realia).  Penggunaan media ‘sampah’ dalam pembelajaran Bahasa Inggris diharapkan mampu membuat siswa lebih memahami dan menguasai materi.

Media sampah  ini media yang terbuat dari bahan bahan sisa yang sudah tidak terpakai. Di samping murah, media sampah ini  mudah didapat dan dibuat dari sisa sisa bahan yang ada disekitar kita, seperti kardus, stick ice cream, bungkus bekas makanan atau obat, dan lain-lain.

Kardus bekas

Kardus bekas dapat digunakan sebagai media pembelajaran Bahasa Inggris untuk materi timing (waktu). Kardus bekas ini dapat dibuat menjadi jam dinding yang dapat menjelaskan materi  waktu ke  peserta didik. Jam dinding dari kardus bekas ini dapat disesuakan waktunya sesuai dengan kebutuhan materi . Diharapkan dengan penggunaan media jam dinding dari kardus bekas ini dapat membuat peserta didik lebih memahami tentang materi waktu.

Stick ice cream bekas

Stick ice cream bekas yang banyak terdapat di lingkungan sekitar kita dapat digunakan sebagai media pembelajaran materi colour (warna). Stick ice cream bekas ini, di beri warna pada sebagian ujung stick kemudian di ujung yang lain diberi arti warna tersebut dalam bahasa inggris. Contoh, stick ice cream diberi warna putih pada salah satu ujungnya, kemudian ujung yang lain di beri tulisan white, demikian seterusnya untuk warna warna yang lain menyesuaikan. Penggunaan stick ice cream bekas sebagai media pembelajaran diharapkan membuat peserta didik lebih tertarik belajar colour,  sehingga memudahkan peserta didik  menguasai materi colour.

Bungkus makanan atau obat obatan

Bungkus makanan yang banyak  berserakan di sekitar kita dapat digunakan sebagai media pembelajaran dalam materi label. Pada kurikulum 2006, materi label sangat diperlukan contoh label secara nyata baik label makanan, minuman atau obat-obatan. Untuk itu pemanfaatan bekas bungkus makanan, minuman dan obat obatan sangat tepat. Bungkus bekas ini sangat mudah di dapat di sekitar lingkungan peserta didik,  bahkan di lingkungan sekolah, karena peserta didik setiap jam istirahat pasti banyak yang membeli makanan ringan di kantin, dan mereka dapat memanfaatkan bungkus bekas makanan mereka sebagai media. Biasanya di bungkus bekas makanan, minuman dan obat obatan terdapat banyak informasi yang menunjang materi label. Dengan media pembelajaran yang sangt dikenal peserta didik secara langsung, diharapkan mereka menguasai materi label dengan lebih mudah.

Demikian beberapa contoh penggunaan sampah sebagai media pembelajaran pada mata pelajaran Bahasa Inggris. Diharapkan dengan penggunaan media pembelajaran yang tepat dan mudah didapat dapat meningkatkan semangat siswa dalam belajar, mempermudah peserta didik dalam menguasai matreri yang akan berdampak pada peningkatan prestasi.

*) Penulis adalah guru Bahasa Inggris SMP N 1 Kertanegara Purbalingga

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!