by

Sales Gadungan Satroni Sekolah

-kriminal, Pendidikan-dibaca 169.66Rb kali | Dibagikan 23 Kali

Tiga tas berisi buku tabungan dan sejumlah uang milik guru di SDN 1 Cikembulan, Kecamatan Pekuncen, dicuri oleh seseorang yang masuk ke kantor guru bermodus sales sebuah produk, Rabu (6/5) pukul 08.40. Saat kejadian, semua guru sedang mengajar di kelas, sedangkan kantor dalam kondisi kosong.
Salah satu guru, Sutarno menjelaskan, saat dirinya keluar keluas usai mengajar, dia melihat ada orang yang baru naik motor berboncengan dengan membawa tas besar dan terlihat seperti sales sepatu. Dia tidak menyangka orang tersebut masuk ke kantor guru.
“Saya keluar kelas memang melihat ada orang yang membonceng motor memabwa tas besar panjang seperti sales sepatu. Dua orang dengan satu motor jenis bebek langsung pergi ke arah Kalisari atau arah timur,”jelasnya. Namun setelah jam pelajaran selesai, tiga guru termasuk kepala sekolah, kaget saat masuk kantor.
Sebab mereka mendapati tas yang diletakkan di atas meja dan kursi sudah raib. “Salah satu dari dua orang yang membawa tas besar dimungkinkan yang mengambil tas tiga guru tersebut. Karena dari keterangan penjual es yang berada di depan sekolah, dia melihat satu orang masuk kantor. Sedangkan satu orang masih berada di atas motor,”ungkapnya.
Setelah dicek, tiga guru tersebut kehilangan buku tabungan, ATM dan sejumlah uang. “Uangnya masih dihitung karena guru yang kehilangan sedang mengurus surat kehilangan dan memblokir ATM di bank. Yang jelas empat buku tabungan, lima kartu ATM dan uang sekitar Rp 500 ribu,”paparnya.
Guru berusaha mengejar ke arah Kalisari sampai pertigaan Losari, tetapi hasilnya nihil. Sementara uang BOS lolos dari pencuri karena diletakkan di dalam laci. Kepala UPK Pekuncen, Tohirin, menghimbau guru di wilayah UPK Pekuncen untuk selalu waspada terhadap aksi pencurian dengan modus sales.
Setiap orang yang menawarkan barang dalam jam pelajaran maupun istirahat, juga harus diwaspadai. “Pelaku melakukan modus gambling. Jika di ruang tidak ada orang, langsung mengambil barang. Jika ada orang atau guru, salah satu pelaku biasanya mengalihkan perhatian. Jika lengah, tas atau barang berharga bisa dibawa. Jika tas berisi barang berharga harap dibawa ke kelas atau pintu kantor dikunci saat jam pelajaran,”tandasnya.

Baca Juga:  Koramil 01/Purbalingga Bekali Kedisiplinan Siswa SD Purba Adhi Suta

Comment

Berita Lainnya