Sale Pisang Madu dari Penaruban Disukai hingga Luar Jawa

By: On: Dibaca: dibaca 156.63Rbx
Sale Pisang Madu dari Penaruban Disukai hingga Luar Jawa

Desa Penaruban, Kecamatan Kaligondang, Purbalingga belakangan dikenal sebagai sentra sale pisang ternama. Bukan sembarang sale pisang yang diproduksi di desa ini. Namun sale pisang madu, yang rasanya kenyal dan manis seperti dibalut rasa madu, dan nonkolesterol.

Adalah Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS)  Kelompok Assri , yang dimotori oleh Arbaningrum Iken Windasari (45). “Kami merintis usaha sale pisang madu sejak 10 Juli 2010, dan belakangan terus berkembang pesat,” ujar Iken, demikian panggilan akrab ketua UPPKS Assri Desa Penaruban ini kepada lintas24.com Senin (13/4).

Sale pisang madu produksi Iken bersama  ibu-ibu warga Desa Penaruban, bukan hanya disukai warga Purbalingga dan sekitarnya, seperti dari Purwokerto, Banjarnegara dan Cilacap, maupun warga di Pulau jawa, seperti Jawa -Barat dan Jakarta. Namun juga disukai hingga ke luar jawa, seperti Kalimantan dan Pulau Bali. Hal ini diakui Iken, adanya pelanggan tetap di Kalimantan maupun Pulau bali yang sering memesan sale pisang madu dari Penaruban.

    “Mereka yang sudah mencoba sale pisang madu produksi kami rata-rata ketagihan, dan selanjutnya membeli lagi. Untuk yang luar Jawa maupun beberapa tempat yang jauh-jauh, kami kirim pakai paket,” ujar Iken.

    Saat ini, sale pisang madu yang diproduksi UPPKS Assri ada dua kemasan. Yakni kemasan 500 gram seharga Rp 15 ribu, dan kemasan 250 gram seharga Rp 7.500,-. Yang laris kemasan 500 gram. Pembeli bisa langsung pesan ke UPPKS Assri Desa Penaruban, yang beralamat di RT 02/RW 07, dekat balai Desa Penaruban, atau bisa  menghubungi langsung ke nomor hand phone 089691906684   (Iken) dan 081327457123 (Tanti).

    Menurut Iken, untuk menghasilkan sale pisang madu yang baik, dipilih bahan baku berkualitas, yakni pisang raja Bandung pilihan dan pisang raja siam pilihan, yang didatangkan dari para petani di Desa Kaligondang dan sekitarnya. Selain kedua jenis pisang tersebut, sale yang dihasilkan kurang baik. Dalam hal ini, Iken bersama ekan-rekannya rata-rata per bulan bisa memproduksi satu kuintal lebih.

    “Sebenarnya, kami mampu memproduksi lebi dari satu kuintal. Namun karena kendala bahan baku, jadi rata-rata dalam satu bulan  sekitar baru satu kuintal,”  ujarnya.

    Dijelaskan Iken, proses membuat sale pisang madu yang dilakukannya masih sederhana. Pisang  yang telah masak dikupas, kemudian dijemur dari pagi sampai siang, sembari dibolak balik agar kering merata. Pada sore harinya harus diasap dengan bahan bakar merang. Esok harinya dijemur kembali, proses jemur juga memakan waktu hingga 5 hari, sehingga akan keluar madunya dengan sendirinya.

    Proses selanjutnya di oven selama 10 menit, hal ini dilakukan agar bahan sale pisang dapat lebih higienis. Setelah itu ditiriskan biar kering dan selanjutnya proses pengemasan. “Pembuatan sale pisang madu juga memiliki kendala. Selain kendala bahan baku, juga cuaca hujan sehingga tidak dapat menjemur pisang, serta  masalah permodalan,” ujarnya.

    Saat ini, diakui Iken, produksi sale pisang madu dari UPPKS Assri Desa Penaruban, sudah berulangkali mengikuti pameran  yang difasilitasi oleh Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKBPP) Kabupaten Purbalingga.Hal ini dilakukan untuk meningkatkan pemasaran, sehingga bisa meningkatkan pula kesejahteraan anggota UPPKS Assri.

    Dihubungi terpisah, Kepala Bidang Keluarga Sejahtera BKBPP Purbalingga Teguh Indriyono menuturkan, pihaknya terus mendorong kegiatan UPPKS di Purbalingga, termasuk UPPKS Assri Desa Penaruban dengan produksi andalannya sale pisang madu.

“Saya juga meminta kepada para kader UPPKS, agar terus ikut mensukseskan program Keluarga Berencana  (KB), dan aktif dalam kegiatan Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR) serta  Bina Keluarga Lansia (BKL),” harap Teguh Indroyono. (Mahendra Yudhi Krisnha)

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!