Menu
Media Online Terpercaya

Saka Widya Budaya Bhakti Kwarcab Purbalingga Gelar Kemah Budaya 2021

  • Share
Peserta Kemah Bakti Satuan Karya Pramuka Widya Budaya Bhakti (SWBB) Kwartir Cabang (Kwarcab) Purbalingga mendapatkan materi pengetahuan kepramukaan di Sanggar Bhakti Pramuka Purbalingga, Kamis (07 Oktober 2021)
Peserta Kemah Bakti Satuan Karya Pramuka Widya Budaya Bhakti (SWBB) Kwartir Cabang (Kwarcab) Purbalingga mendapatkan materi pengetahuan kepramukaan di Sanggar Bhakti Pramuka Purbalingga, Kamis (07 Oktober 2021)

Satuan Karya Pramuka Widya Budaya Bhakti (SWBB) Kwartir Cabang (Kwarcab) Purbalingga menggelar Kemah Budaya.

Kegiatan yang diselenggarakan rutin setiap tahunnya ini tetap menerapkan protocol kesehatan pencegahan Covid-19.

Ketua Pimpinan SWBB, Kak Rien Anggraeni mengatakan, Kemah Budaya ini dilakukan rutin dilakukan yang dihadiri  50 anggota SWBB. Untuk tahun ini, bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Purbalingga, Kemah Bakti ini dilaksanakan selama tiga hari

“Dimasa pandemic ini, Kemah Bakti SWBB ini dilaksanakan mulai tanggal 5-7 October 2021 di Sanggar Bhakti Kwarcab Purbalingga, tentunya dengan tetap penerapan protokol kesehatan dan tanpa menginap,’ katanya.

Ia merinci, dalam Kemah Bakti ini, peserta mendapatkan materi berupa pengetahuan kepramukaan, Mars SWBB, dan pendalaman materi di setiap Krida. Kemudian materi pengorganisasian serta pendidikan karakter

“Tujuannya, diharapkan melalui Kemah Budaya ini dapat membentuk generasi muda yang berkarakter dan berbudaya. Tentunya dengan memberikanbekal ketrampilan praktis di bidang pendidikan masyarakat dan kebudayaan,” imbuhnya.

Ia berharap, nantinya kegiatan ini bisa menjadi wadah agar peserta bisa mengembangkan bakat, minat, kemampuan, dan pengalaman di bidang pendidikan dan  kebudayaan.

“Saya mendorong anggota SWBB dapat meningkatnya kepedulian Dan berperan aktif dalam usaha-usaha pelestarian warisan budaya bangsa. Contohnya, meningkatnya ketrampilan di bidang Kebudayaan yang terangkum dalam Krida Seni dan Film, Krida Nilai Budaya, Krida Cagar Budaya dan Museum, serta Krida Bina Sejarah,” kata Kak Rien.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *