Saat Ini Bangsa Indonesia Mengalami Amnesia Sejarah

By: On: Dibaca: dibaca 121.65Rbx
Saat Ini Bangsa Indonesia Mengalami Amnesia Sejarah

CILACAP Indonesia sekarang mengalami amnesia sejarah, karena pemuda dan remaja tidak diwarisi nilai-nilai luhur sejarah bangsa.

Demikian dikatakan Rasmun Dwijo Waskito selaku Ketua Panitia Penyelenggara Temu Kangen dan Pelantikan Keluarga Besar Marhaenis (KBM) Kabupaten Cilacap di Pendopo Wijayakusuma Sakti, kompleks Pemkab Cilacap, Sabtu (12/9) pagi.

Rasmun menambahkan, temu kangen ini dilaksanakan di rumah rakyat, yakni pendopo sebagai ajang silaturahmi dengan pemerintah daerah, menjaga marwah ideologi sebagai solusi persoalan bangsa.

Sementara itu, Ketua Bidang Pengembangan Kader pada Dewan Pimpinan Nasional Keluarga Besar Marhaenis Sulistio menandaskan, sebagai kaum nasionalis saat inilah punya kesempatan berjuang karena relevan dengan kebijaksanaan Presiden Joko Widodo yang juga seorang nasionalis dengan kebijakan Trisaktinya, yakni meneruskan perjuangan Bung Karno.

Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji dalam sambutannya membeberkan bagaimana seorang mantan presiden dan bapak pendiri bangsa Bung Karno harus disia-siakan pada saat tak lagi berkuasa dan tinggal di Istana Bogor dengan keluarganya, tanpa boleh membawa apapun.

Hingga kepindahannya ke Jakarta dan ditempatkan di Wisma Yasso tanpa kebebasan dan sangat terkungkung. Hanya rakyat biasa yang masih mengenalnya, seperti tukang becak, pedagang kecil sekitar wisma, dan rakyat jelata lainnya mengantarkan kepergian Bung Karno hingga akhir hayatnya.

Penuturan Tatto sempat menyita perhatian sekitar 500 tamu undangan yang sebagian besar para anggota KBM, sehingga selama sekitar 30 menit paparan bupati sempat membuat trenyuh yang hadir.

Temu kangen juga diselingi dengan penampilan grup vokal dari siswa-siswi SMP Negeri I Cilacap.

Usai penampilan grup vokal, acara dilanjutkan dengan pengukuhan Dewan Pimpinan Kabupaten Keluarga Besar Marhaenis Kabupaten Cilacap masa bakti tahun 2015-2020 yang dipandegani oleh Bambang Sri Wahono dengan Sekretaris Handi Tri Ujiono dan Bendahara Sri Suhastuti serta beberapa anggota dan dewan penasihat oleh Sudigdo dari Dewan Pimpinan Provinsi Keluarga Besar Marhaenis Jawa Tengah.

Bambang mengatakan, tugas yang diembankan kepadanya merupakan amanah yang luar biasa dan karena di sini sudah ada kesepakatan antara sesepuh dan generasi muda KBM untuk melaksanakan Trisakti menuju masyarakat Pancasila yang adil dan makmur, maka ini adalah tugas yang berat.

Sebagai ketua, maka akan saya agendakan yang penting-penting saja. Yakni akan membentuk Marhaenis-marhaenis tingkat kecamatan se-Kabupaten Cilacap dalam waktu satu tahun, dan harus berhasil, tegasnya.

Ditambahkannya, untuk mendukung ke arah itu, pihaknya akan memakai falsafah Jawa, yakni Jempol. J berarti jujur, E mengandung arti entengan yaitu siap membantu siapapun dalam kondisi apapun, M artinya manut aturan yakni tidak melanggar Pancasila, P yaitu prigel dalam menjabarkan Trisakti dari Bung Karno yakni inovatif secara ekonomi, O adalah omber atine atau sabar yaitu tidak mudah marah karena marah selalu menyebabkan kehancuran, dan L berarti luwes kepada siapapun yakni Marhaenis harus ada di mana-mana, di partai apapun, di pemerintahan, dan lain-lain.

Menurut Bambang, semua pengurus yang terlantik harus mempunyai jiwa yang Jempol, karena jiwa Jempol itu adalah pelaksanaan bagi kita sebagai orang yang akan berjuang, berjuang dengan kejujuran, berjuang dengan enteng membantu orang lain, berjuang dengan manut aturan, berjuang dengan inovasi atau prigel, berjuang dengan sabar, dan berjuang dengan luwes.

Insya Allah itu akan berhasil, ucapnya yakin.

Selain itu, sebagai Marhaenis harus punya terobosan karena tantangan makin berat. Maka KBM akan menggulirkan Tomira atau toko milik rakyat, toko yang dibentuk bersama rakyat dan pemerintah yang menyediakan bahannya, seperti gula, beras, dan sebagainya.

Semua kebutuhan ada di pemerintah, rakyat beli ke pemerintah kemudian dijual ke rakyat, dan itu murah.

Kita berjuang mendorong pemerintah untuk membentuk Tomira ini. Tomira berjalan, ekonomi rakyat berjalan lancar karena bahan pokok murah. Tomira ini juga bisa sebagai alat untuk membendung maraknya toko-toko modern yang notabene dimiliki oleh pemodal besar, yang belum tentu bersifat kerakyatan, katanya.

Juga Tomira dapat membendung arus globalisasi ASEAN dimana orang Singapura atau Malaysia menjual barangnya di Indonesia tidak perlu izin dan sebagainya.

Lalu kita bagaimana, ilmu kita apa yang dipakai? Bambang menerangkan bahwa perlu adanya produksi yang kita kuatkan, yakni mendorong pemerintah membuat BUMD yang khusus mengurusi bahan pokok, sehingga rakyat akan membeli bahan pokok murah ke toko milik BUMD tersebut.

Kita tetap ngotot, Pemkab harus membuat BUMD yang khusus mengurusi sembilan bahan pokok untuk kebutuhan rakyat, tandas pengacara senior itu.

Langkahnya adalah dalam waktu dekat pihaknya akan ketemu bupati untuk mewujudkan Tomira ini. Perlu waktu yang cukup untuk itu, ujarnya.

Ditanya konsep Tomira di daerah lain, Bambang mengatakan belum ada. Hanya di Bantul, Yogyakarta sudah ada, namun itu bukan murni dari BUMD tapi ada satu toko milik Alfamart diganti nama menjadi Tomira (toko milik rakyat).

Jika pemerintah menolak konsep ini, maka KBM akan melangkah ke DPRD, mendesak anggota Dewan untuk memikirkan rakyat dengan cara menurunkan harga sembilan bahan pokok, dan harus berani memangkas jalur distribusi supaya beli di Tomira yang bentukan BUMD. Jika toh tetap nggak bisa, pemerintah dan DPRD bisa disebut pengkhianat rakyat, pungkas Bambang tegas.

Sebagai pamungkas, acara tersebut ditutup dengan pidato politik dari Putih Guntur Soekarnoputri yang merupakan putri dari Guntur Soekarnoputra.

Dia mengatakan bangga bisa hadir di Cilacap, karena dia tidak hanya sebagai kaum Marhaenis, dan dia bangga karena hadir di antara ibu-ibu dan kaum petani, nelayan, dan sebagainya.

Saya bangga karena yang hadir dari semua golongan. Sebagaimana Bung Karno pernah mengatakan bahwa bangsa ini berdiri bukan karena satu golongan, tapi dari berbagai golongan dan agama. Bukan hanya dari golongan miskin tapi juga golongan kaya. Bangga bukan karena sebagai keturunan biologis dari Bung Karno, bukan keturunan biologis dari Guntur Soekarno, tapi kita bersatu karena kita dalam satu kesatuan ideologis dari Bung Karno, katanya lantang.

Selain itu, tandas dia, kita sebagai Marhaenis karena kita membawa ide, membawa pikiran, pikiran dari bapak bangsa Bung Karno.

Kata-kata marhaenis sekarang sudah jarang ditemui, sehingga disebut sebagai barang antik. Namun saya katakan, itu bukan barang antik, melainkan marhaenis telah dipendam selama 32 tahun oleh rezim Orde Baru, imbuhnya. (estanto)

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!