by

Rumah Sakit Darurat Covid-19 di Purbalingga Bakal Diaktifkan Kembali. Antisipasi Pemudik Datang dari Wilayah Zona Merah

-Daerah, Update-dibaca 9.71Rb kali | Dibagikan 36 Kali

Rumah Sakit (RS) darurat Covid-19 di Desa Gambarsari, Kecamatan Kemangkon, Kabupaten Purbalingga akan diaktifkan kembali. Pasalnya, diprediksi bakal terjadi lonjakan kasus Covid-19  dan disisi lain ruang isolasi di Rumah Sakit Goeteng Tarunadibrata serta di Panti Nugroho dan sejumlah rumah sakit swasta sudah outbreak.

“Kami perkirakan pasca libur panjang pekan depan, jika banyak pemudik datang dari wilayah zona merah seperti Jakarta dan sekitarnya, maka kasus akan naik,” kata Penjabat Sementara Bupati Purbalingga, Sarwa Pramana kepada media siber lintas24.com.

Sarwa mengaku harus memperhitungkan matang pembukaan rumah sakit darurat ini. Untuk kebutuhan operasional itu, Pemkab telah menyiapkan anggaran dari dana Tak Terduga (TT) sebesar Rp 605 juta. Dinas Kesehatan bersama Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) tengah menyusun anggaran, dan Inspektorat akan segera melakukan review terhadap usulan itu.

“Begitu review anggaran dari Inspektorat selesai, dan laporan Dinkes kasus Covid naik. Kami akan putuskan segera, begitu kasus Covid naik seiring dengan gencarnya swab di berbagai tempat.  Jika hari ini ada laporan penambahan yang signifikan, maka hari ini pula kami akan buka,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Purbalingga, Hanung Wikantono menyebut, hari ini ada penambahan 23 kasus positif baru dari hasil swab terhadap 2.138 orang. Dengan penambahan ini maka kasus positif aktif (dirawat) menjadi 91 orang. Jumlah ini masih tertampung di rumah sakit yang ada di Purbalingga.

“Hari ini kami belum menerima laporan pasien sembuh, jika ada tambahan pasien sembuh tentunya jumlah pasien aktif akan berkurang dan daya tampung rumah sakit juga masih mencukupi,” kata Hanung.

Untuk diketahui, Rumah sakit dengan kapasitas 13 ruang isolasi itu merupakan gedung Puskesmas Kemangkon 2 yang selesai dibangun tahun 2019. Sebelumnya, ketika pandemic covid-19 mulai naik sekitar bulan April, RS darurat itu difungsikan hingga bulan Juli 2020 seiring perkembangan kasus Covid di Purbalingga melandai.

Baca Juga:  Universitas Muhammadiyah Purwokerto Serahkan Gedung Untuk Tempat Karantina Pemudik

 

 

 

Comment

Berita Lainnya