Rp 4 Miliar Digelontorkan Untuk Revitalisasi Pasar Sinduraja Purbalingga

By: On: Dibaca: dibaca 12.16Rbx
Rp 4 Miliar Digelontorkan Untuk Revitalisasi Pasar Sinduraja Purbalingga

Kabupaten Purbalingga menerima Rp 4 Miliar alokasi dana Tugas Pembantuan Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI Tahun Anggaran 2019. Alokasi dana tersebut digunakan untuk melaksanakan program revitalisasi pasar rakyat yakni Pasar Sinduraja, Kecamatan Kaligondang

“Pasar Sinduraja ini terpilih karena kondisinya sudah kurang representatif untuk aktivitas perdagangan khususnya pada sisi bangunan dalam,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) Kabupaten Purbalingga, Sidik Purwanto saat Rapat Koordinasi (Rakor) Program Revitalisasi Pasar Rakyat 2019 di Jakarta

Ia menjelaskan, banyak pedagang di Pasar Sinduraja yang berjualan di tepian jalan sehingga menyebabkan lalu lintas terhambat. Oleh karena itu, hal tersebut menjadi pertimbangan perlunya segera dilakukan revitalisasi pasar.

“Banyaknya pedagang yang berjualan pagi di pinggiran jalan sehingga menyebabkan kesemrawutan lalu lintas ini menjadi pertimbangan perlunya segera dilakukan revitalisasi pasar,” ujarnya.

Sidik menyampaikan sejumlah langkah telah dilakukan mulai dari penyusunan DED, Rakor bersama Forkopimcam Kaligondang, paguyuban pedagang, perwakilan pedagang sekaligus sosialisasi rencana revitalisasi. Ia berharap akhir Agustus ini pekerjaan revitalisasi Pasar Sinduraja dapat segera dilelang.

“Sehingga pekerjaan fisik revitalisasi bisa segera dilaksanakan serta selesai di akhir tahun anggaran secara tepat waktu,” imbuh Sidik.

Sekretaris Dinperindag Purbalingga, Johan Arifin menambahkan berdasarkan hasil pendataan pada Juli 2019, jumlah pedagang di Pasar Sinduraja sekitar 370 pedagang. 370 pedagang tersebut terdiri dari 31 pedagang kios dalam, 19 kios luar, 68 los, 182 pelataran dan sisanya pedagang recekan kurang lebih ada 70 pedagang.

“Direncanakan melalui revitalisasi nanti akan dibangun kios sebanyak 50 unti dan los sebanyak 194 unit ditambah berbagai fasilitas pendukung aktivitas perdagangan seperti mushola, toilet, gudang serta kantor pasar,” kata Johan.

Revitalisasi fisik pasar menurutnya bukan akhir dari program revitalisasi pasar, program ini harus dilanjutkan dengan revitalisasi manajemen pasar. Sehingga ke depan pasar rakyat mampu menjadi penggerak ekonomi kerakyatan bagi kawasan.

“Dan tetap eksis di tengah kehadiran toko-toko modern atau swalayan,” tuturnya.

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!