Rp 233 Juta untuk Pengadaan Buku, Gandeng Coca-Cola untuk Tingkatkan Minat Baca

By: On: Dibaca: 110,466x
Rp 233 Juta untuk Pengadaan Buku, Gandeng Coca-Cola untuk Tingkatkan Minat Baca

Perpustakaan Daerah Cilacap 03Perpustakaan Daerah Cilacap 01

CILACAP – Sepinya pengunjung Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Cilacap, membuat pihak Perpusda putar otak untuk melakukan strategi jitu. Seperti mengalokasikan dana sebesar Rp 233 juta untuk pengadaan buku.

Selain itu, meningkatkan minat baca masyarakat di antaranya melakukan pembinaan rutin pada pengurus perpustakaan yang ada di sejumlah desa.

Menurut Kepala Badan Diklat, Arsip, dan Perpusda Cilacap Tulus Wibowo, dari 269 desa di Kabupaten Cilacap, ada sekitar 50 desa yang telah memiliki perpustakaan.

“Kalau dari hitungan persentase, sekarang ini baru sekitar 200 ribuan orang atau 0,01 persen dari jumlah penduduk Cilacap,” tandasnya.

Juga Perpusda sudah melakukan pembinaan terhadap SDM-nya secara rutin, termasuk sistem dan pembenahan material seperti bantuan buku.

Itu dilakukan karena hingga kini minat baca masyarakat Cilacap masih sangat rendah. Sebab, kurang diminatinya keberadaan perpustakaan baik yang di Perpusda maupun perpustakaan yang tersebar di sejumlah desa.

“Saya akui masih minim. Meski bila dibandingkan dengan tahun 2014, ada peningkatan. Dulu, pengunjung hanya berkisar 46.000 dalam satu tahun,” imbuh Tulus, Kamis (19/11).

Selain di desa, solusi yang kini sedang digencarkan Perpusda yakni dengan cara jemput bola melalui program Perpustkaan Keliling. Dengan menggunakan mobil unit yang ada, petugas perpustakaan keliling akan menyambangi masyarakat, komunitas tertentu, atau tempat keramaian seperti Alun-alun Cilacap saat acara Car Free Night di malam Minggu.

“Harapannya adalah menggugah minat baca masyarakat dengan cara jemput bola. Karena, misalnya, harus datang ke perpustakaan induk yang hanya ada di kota. Kecuali yang di desa sudah ada perpustakaannya,” jelasnya.

Selain itu, jam operasional Perpusda juga diperpanjang, yakni untuk Jumat dan Sabtu buka hingga pukul 21.00 WIB.

“Minggu kami juga tetap buka hingga pukul 13.00. Ini untuk mengakomodir permintaan anggota Perpusda bahwa mereka hanya punya waktu luang di akhir pekan,” ucapnya.

Menurut data, saat ini anggota Perpusda Cilacap berjumlah sekitar 9.601. Namun yang diakui Tulus berkisar 20 persen atau 1.800 orang.

Sedang untuk koleksi buku sudah sesuai standarisasi Perpusada, yakni 48.000 buku yang terbagi ke dalam jenis fiksi dan nonfiksi.

“Kalau daya tampung di ruang perpustakaan saat ini 50 orang. Tapi akan kami perluas pada tahun 2017 nanti. Juga kami sudah siapkan ruang untuk e-book dan alat peraga edukatif yang menyasar anak-anak agar gemar membaca sejak dini,” katanya.

Terkait pengadaan buku di tahun 2015 ini, dia mengatakan hal itu dialokasikan oleh APBD sebesar Rp 233 juta. Rinciannya, di APBD Definitif 2015 dianggarkan Rp 158 juta dan di Perubahan sebesar Rp 75 juta.

Jumlah tenaga pelayanan di Perpusda diakui Tulus masih kurang. Pasalnya, saat ini hanya terdapat 12 petugas.

“Jumlah idealnya 20 orang, karena dibutuhkan untuk shift dan tenaga keliling. Mereka kan bekerja sampai Minggu. Jadi liburnya nyaris hanya Minggu sore saja,” ujar mantan Kepala Disdikpora Kabupaten Cilacap itu, seraya menambahkan bahwa pihaknya kini telah menggandeng The Cola-Cola Foundation untuk program Perpus Seru.

Program ini diharapkan makin memacu minat baca masyarakat. (estanto)

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!