by

“Rock Balancing” Di Kali Karang Bakal Jadi Agenda Tetap Tanalum Culture Festival

-Update, Wisata-dibaca 25.41Rb kali | Dibagikan 21 Kali

Kali karang di Desa Tanalum, Kecamatan Rembang mendadak ramai. Seratus lebih anak-anak dari Desa Tanalum beramai-ramai mengikuti kompetisi menata batu atau rock balancing dalam rangkaian kegiatan Tanalum Culture Festival, Minggu (4 Agustus 2019).

“Dalam Tanalum Culture Festival, kita gelar kompetisi menata batu diikuti oleh anak-anak usia 15 tahun ke bawah. Yang dinilai dari kompetisi tersebut adalah keunikan batu yang telah tertata dan tingkat kesulitan untuk menata batu,”ungkap Ketua Pokdarwis Desa Tanalum, M. Fatah kepada cyber media lintas24.com, Senin ( 5 Agustus 2019)

Ia menjelaskan adanya kegiatan menata batu ini bermula karena dulu sungai Kalikarang yang sering digunakan untuk beraktivitas seperti mencuci, mandi, bermain bahkan mencari nafkah. Karena sering digunakan untuk berkegiatan bahkan bermain ada yang kemudian menata batu-batu sungai hingga banyak bertebaran di area sungai.

“Dan itu kelihatan indah seperti sebuah karya seni, melihat itu kami jadi punya ide untuk dibuatkan suatu event dan kompetisi,” ujarnya.

Kegiatan menata batu ini rupanya tidak hanya dijumpai dalam rangkaian kegiatan Tanalum Culture Festival. Terkadang pengunjung yang datang ke Curug Karang melihat banyaknya batu yang tertata rapi juga ikut menata batu.

“Selain di event tahunan, masih banyak yang suka menata batu, kadang pengunjung juga ikutan,” terang M.Fatah.

Berkaitan dengan debit air di Sungai Karang tidak berpengaruh pada aktivitas menata batu karena lokasinya bisa disesuaikan. Di saat musim kemarau seperti ini justru aktivitas menata batu ini bisa dilakukan dimana saja karena area yang tersedia dan bahan baku tersebar luas di area sungai tersebut.

“Kalau pas musim kemarau kaya saat ini areanya bisa luas banget jadi anak-anak yang menata batu itu bisa leluasa untuk memilih tempatnya,” kata M.Fatah.

Ia menuturkan kegiatan menata batu seperti ini baru diselenggarakan selama dua kali yakni pada tahun 2018 dan tahun 2019 ini. Rencananya rock balancing ini dijadikan sebagai salah satu kegiatan di event tahunan yakni Tanalum Culture Festival.

“Sehingga harapannya nanti rock balancing ini bisa diikuti tidak hanya warga desa setempat tetapi juga wisatawan baik wisatawan lokal maupun wisatawan manca negara,” harapnya.

 

 

Comment

Berita Lainnya