Rizky Intansari Guru Bimbingan Konseling di SMP Negeri 2 Kalimanah – Buka Pintu Ruang BK Lebar-lebar

By: On: Dibaca: dibaca 133.23Rbx
Rizky Intansari Guru Bimbingan Konseling di SMP Negeri 2 Kalimanah – Buka Pintu Ruang BK Lebar-lebar

Intan

 

Rizky Intansari Guru Bimbingan Konseling di SMP Negeri 2 Kalimanah meyakini, kebutuhan psikis siswa sebenarnya jauh lebih penting daripada kebutuhan fisik. Layanan bimbingan yang menyenangkan mengharuskan guru Bimbingan Karir (BK) mampu membangkitkan gairah siswa.

Sekecil apapun potensi yang ada dalam diri siswa jika guru BK mampu mengeksplorasinya, maka akan menjadi sesuatu yang luar biasa. Siswa akan merasa senang apabila mereka belajar sesuai dengan bakat dan potensinya. Menemukan potensi siswa merupakan tugas guru.

“Siswa jangan diperlakukan sama dalam hal penggalian bakat. Harus ada perhatian khusus sesuai dengan potensi yang dimiliki, ,”ungkap Guru alumni Universitas Negeri Semarang tahun 2016.

Intan menambahkan, konsep Sekolah Ramah Anak (SRA) mengutamakan psikis siswa. Jika jiwa siswa tenang, bahagia, dan sejahtera, maka siswa akan senang. Sekolah ramah anak tentu memberikan keramahan yang luar biasa kepada siswa. Guru jangan mudah marah, mudah emosi, mudah memberikan hukuman fisik kepada siswa. Sudah bukan zamannya guru menampar, mencubit, atau menendang siswa.

“Perlakukan siswa dengan ramah. Mereka akan tunas-tunas bangsa yang akan menggantikan kita,”ungkap Intan.

Intan menegaskan, pintu ruang BK terbuka lebar utuk seluruh siswa. Artinya, ruang BK yang dulu dianggap momok menjadi “ruang persidangan” kesalahan, kini sudah diubah dengan menerima para siswa untuk mau berbagi cerita, pengalaman, atau keinginan dan cita-cita.

“Berikan motivasi sesuai dengan potensi yang dimiliki oleh siswanya. Jika siswa suka musik, maka berilah kesempatan untuk mengembangkan musik. Begitu pula bagi yang menyukai olahraga, matematika, IPA, dan sebagainya,”ungkap Intan

Intan menambahkan, menjadi tugas para pendidik dan tenaga kependidikan, serta seluruh kalangan peduli pendidikan untuk menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan. Begitu kita bisa menciptakan suasana menyenangkan dalam layanan bimbingan, maka potensi siswa akan tumbuh besar.

“Dapat dimulai dari yang kecil misal saat bertemu dengan siswa menanyakan kabar, dengan ucapan “Gimana kabarmu hari ini nak” sambil menebarkan senyum dan menepuk-nepuk pundaknya atau saling memberikan salam dan senyuman ketika lewat di depan mereka,”ungkap Intan.

 

 

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!