by

Ricuh, Demo Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di Kantor DPRD Jateng

-hukum, Update-dibaca 8.38Rb kali | Dibagikan 26 Kali

Aksi penolakan terhadap omnibus law UU Cipta Kerja di depan Kantor DPRD Jateng, Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (7 Oktober 2020) ricuh. Selain ricuh, peserta aksi terlihat tidak patuh protokol Kesehatan. Para peserta tak ada yang menjaga jarak.

Awalnya berjalan damai. Namun, saat mobil komando demo mendekat ke pagar Kantor DPRD, massa mulai ricuh. Mereka mulai melemparkan botol, sepatu, hingga bambu. Bahkan, salah seorang anggota polisi sempat terkena lemparan bambu.

Saat suasana mulai ricuh, ratusan polisi bersenjata lengkap bersiaga di lapangan kantor DPRD. Dua truk water canon polri juga disiagakan. Mereka dibantu sejumlah anggota TNI dan Satpol PP.

Bahkan, perwira Brimob Polda Jateng dan Kapolrestabes Semarang Kombes Auliansyah Lubis turun tangan untuk mengendalikan suasana.

“Silahkan unjuk rasa. Silahkan orasi sampai puas tapi tidak ada yang memaksakan diri. Aparat jangan terpancing. Aparat jangan terpancing. Tidak ada yang masuk. Perhatian, rekan rekan mahasiswa tahan diri,” tegasnya anggota Brimob menggunakan pengeras suara dari truk taktis

Bukannya mereda, situasi malah semakin menjadi. Mereka melemparkan barang ke arah aparat gabungan.

“Adik adik mahasiswa jangan ada yang anarkis. Anggota polisi jangan ada yang terpancing. Jangan ada yang mendorong. Anggota polri tahan diri,” kata Kapolrestabes Semarang Kombes Auliansyah.

Kapolrestabes pun tak henti hentinya menyampaikan himbauan. Ia pun mengatakan, masa boleh berdemonstrasi, kepolisian akan menjaga.

“Saling tahan diri. Anggota polri tidak ada yang mendorong.Jangan ada yang lempar lempar. Kami polri akan menjaga,” ucapnya lagi.

Usai mengatakan demikian, suasana pun terkendali. Mobil komando pendemo akhirnya mundur. Masa mulai tenang. Para pendemo pun mulai duduk di jalanan. Aparat keamanan juga duduk di jalanan seperti para mahasiswa.

 

 

 

Comment

Berita Lainnya