Rica-rica Enthog “Budhe” Purbalingga – Perekat Persahabatan

By: On: Dibaca: 141,533x
Rica-rica Enthog “Budhe” Purbalingga – Perekat Persahabatan

rica2 (3)

Persahabatan yang indah akan tergores,  tidak lagi di atas kertas dengan tinta, melainkan dengan mengarsipkannya dalam relung hati. Kenangan bertemu, tertawa dan menghabiskan saat-saat indah bersama sahabat sebagai ungkapan rasa saling memiliki.

Salah satu hal yang tidak boleh dilewatkan adalah menjamu sahabat untuk menikmati kuliner istimewa. Seperti yang dilakukan oleh Ana Vionita dan Kuncup Favorita saat menemani Tyas Rudatingsih sahabat kala duduk dibangku SMP Negeri 2 Purbalingga menikmati  kuliner rica-rica enthog “Budhe” di Jalan Mintaraga No 18 Purbalingga.

Ana Vionita mengaku, kebiasaan ini sudah menjadi “ritual” wajib untuk semua anggota ikatan lulusan esempe loro Purbalingga 1990 (ilispero 1990). “Ritual” ini dilaksanakan kateika mengetahui para sahabatnya “pulkam” (pulang kampung-red).

“Semacam ritual gitu lah, kita ajak putar-putar Purbalingga, mengunjungi tempat-tempat kuliner atau tempat wisata. Semua itu bisa menjadi salah satu obat rindu kampung halaman,”ungkap Ana Vionita yang juga Bendahara Iluspero 1990.

Pemandu Kuliner

Ana Vionita menambahkan, kita yang berada di Purbalingga menempatkan diri menjadi pemandu kuliner. Penguasaan materi kuliner menjadi salah satu pelayanan yang kita berikan kepada para sahabat.

“Sambil makan, saya harus menceritakan kelezatan kuliner dengan mengkolaborasikan perbincangan nostalgia yang seru,”ungkap Ana Vionita.

Seperti kali ini tambah Ana Vionita, menikmati masakan racikan tangan Siti Sumaryani, pemilik Warung Makan Rica-rica Enthog Budhe masakan. “Bu Yani itu dulu pernah mengajar Bahasa Inggris saat kita di SMP Negeri 2 Purbalingga,”ungkap Ana Vionita.

Ana menceritakan, menu andalan rica enthog Budhe tentu saja rica-rica enthog, namun ada pula rica-rica ayam. Paduan bumbu halus yang terdiri dari cabai merah, bawang, jahe, dan tomat meresap kuat ke dalam daging enthog. Terlebih disajikan dalam keadaan panas di atas hotplate, menjadikan hangat alias kemronyos sempai suapan terakhir. Menu lain ada pepes ikan, sayuran, dan menu kuliner mirip makanan masakan rumahan lainnya.

“Rica-rica Entog memang andalan rumah makan budhe. Daging entog tidak alot. Dengan keahlian memasaknya yang teruji sejak tahun 1970, Bu Guru Siti Sumaryani, mampu mengolah alotnya daging enthog menjadi lembut dan super empuk,”ungka Ana Vionita.

Kuncup Favorita menambahkan, tempatnya nyaman, bersih pelayanan sajiannya juga istimewa. “Tak perlu berlama-lama menunggu, santap selagi panas, kemroyos nikmat tiada tara,”ungkap Ivo panggilan akrab Kuncup Favorita.

Tyas Rudatiningsih mengaku, sangat menikmati sajian kuliner rica-rica enthog Budhe. Aroma kenikmatan yang menggigit sudah bisa tercium. “Aromanya benar-benar menggoda dan membuat saya ingin segera menyantapnya. Dengan perlahan, saya mulai mencicipi kuahnya terlebih dahulu. Yup, rasa pedasnya begitu lezat dan menggigit. Rasanya yang pedas ini langsung membuat badan saya menjadi panas,”ungkap Tyas yang sudah lama bermukim di Tangerang.

Ketua OSIS SMP Negri 2 Purbalingga tahun 1989-1990 mengungkapkan, sensasi kelembutan dagingnya seolah langsung lumer di mulut ungkap. Benar-benar memanjakan lidah. Meski berkeringat, tetap habis hingga suapan terakhir.

“Ketagihan deh, dipastikan tak terlewatkan kalau besok pulkam lagi,”ungkap Tyas yang juga salah satu pengurus pengendali Iluspero 1990.

Rica-rica enthog Budhe, lokasinya mudah dicari dari alun-alun kota Purbalingga menuju ke arah timur 100 meter, terdapat pertigaan kantor PLN, belok ke kanan. Masuk 50 meter ke arah selatan terdapat pertigaan, belok ke kiri. Kemudian masuk sekiltar 18 meter ke Jalan Mintaraga nomor 18. Rica-rica entog Budhe terdapat dikiri jalan. (mahendra yudhi krisnha)

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!