by

Retno Listyarti Komisioner KPAI: Hasil Angket, Banyak Orang Tua Tak Setuju Sekolah Dibuka Kembali Saat Pandemi

-Pendidikan, Update-dibaca 5.13Rb kali | Dibagikan 68 Kali

Retno Listyarti Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) membuat angket yang berisi beberapa pertanyaan terkait rencana pemerintah akan membuka sekolah di tengah pandemi Covid 19 yang jumlahnya masih tinggi.

“Angket ini bertujuan untuk memberikan ruang partisipasi kepada siswa, orang tua dan guru secara langsung perihal kebijakan negara hendak membuka sekolah,” ungkap Retno dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, (30 Mei 2020).

Ia menjelaskan, para orang tua yang mengisi mencapai 196.559 orang dalam waktu singkat. Menggambarkan bahwa masyarakat khawatir melepas anaknya bersekolah di saat pandemi, kasus masih tinggi dan belum terlihat persiapan sekolah dan Dinas Pendidikan

“Meski animo masyarakat terutama para orang tua begitu tinggi ingin mengisi angket ujicoba tersebut. Saya memutuskan untuk tidak melakukan penyebaran angket lagi, pasalnya jumlahnya sudah mencapai 196 ribu lebih.Jadi hasil angket uji coba ini yang akan saya olah dan analisis nanti. Data ini sangat disayangkan kalau tidak ditindaklanjuti meskipun datanya hanya berasal dari uji coba angket,” ungkapnya.

Retno menambahkan, angket yang disebarnya itu bukan penelitian, namun hal itu hanya sebagai ruang membuka partisipasi siswa, orang tua, dan guru untuk berpendapat tentang kebijakan negara terkait rencana sekolah akan dibuka saat tahun ajaran baru 13 Juli 2020 mendatang.

“Siswa mayoritas setuju masuk sekolah, tapi sebagian besar orang tua justru tidak setuju sekolah dibuka 13 Juli 2020 ini,” tuturnya.

Sedangkan orang tua yang menolak sekolah dibuka kembali, kata Retno, hal itu menunjukkan bahwa mereka khawatir akan keselamatan anak-anak ketika sekolah dibuka di masa Covid-19 yang masih tinggi.

“Kekhawtiran orang tua tinggi dan belum ada persiapan memadai untuk menerapkan protocol kesehatan yang ketat di sekolah,” ungkapnya.

 

 

Comment

Berita Lainnya