Reog Ponorogo Akan Meriahkan Halal Bihalal Pagar Jati

By: On: Dibaca: dibaca 190.52Rbx
Reog Ponorogo Akan Meriahkan Halal Bihalal Pagar Jati

Tampil di Cilacap

reog_ilustrasi
CILACAP – Kesenian reog asal Ponorogo, Jawa Timur, dalam waktu dekat
akan pentas di Cilacap. Kesenian yang pernah diklaim Malaysia sebagai
kesenian asli negeri jiran itu, tampil dalam acara Halal Bihalal
Paguyuban Keluarga Besar Jawa Timur (Pagar Jati) pada awal Agustus
mendatang.

Menurut penanggung jawab kegiatan tersebut, Kunto Sandjono, reog sudah
sangat identik dengan Jawa Timur. Jika bicara reog pasti akan menyebut
Ponorogo, Jawa Timur.

“Kami sengaja menampilkan reog sebagai icon Jawa Timur,” katanya. Dan
kesenian tersebut belum pernah tampil di manapun di luar Jawa Timur,
khususnya Jawa Tengah.

Untuk itu, imbuhnya, menampilkan reog sebagai simbol kembalinya jiwa
kekeluargaan dan guyub rukun yang melekat dalam keseharian masyarakat
Jawa Timur.

Rapat Pagar Jati 02
“Sudah 10 tahun kita belum pernah kumpul-kumpul karena kesibukan
masing-masing. Maka momen Idul Fitri sebagai awal bersatunya “balung
pisah” di antara kami,” tandasnya, Minggu (7/6).

Diakui Kunto, sifat orang Jawa Timur dengan Banyumas tak jauh berbeda.
Banyumas dengan ciri khas masyarakatnya yang blaka suta, sementara
Jawa Timur yang ceplas-ceplos dan terbuka, maka akan menjadi penguat
kekeluargaan Pagar Jati dengan masyarakat Banyumas dan sekitarnya.

Dan lagi, Pagar Jati sendiri sudah eksis di Banjarnegara, Purbalingga,
Banyumas, dan sekarang di Cilacap.

Karena itu, ucap Kunto, Pagar Jati tidak mau mengklaim hanya ada di
Cilacap, tapi semua wilayah di eks-Karesidenan Banyumas.

“Kami juga akan mengundang teman-teman dari tiga kabupaten tersebut
untuk bersilaturahmi di Cilacap,” sambung Kunto.

Sebagai implementasi hal itu, panitia dalam menggelar acara tersebut
juga menampilkan kesenian thek-thek yang asli Banyumas, juga organ
tunggal dengan penyanyi setempat.

Ditanya anggota Pagar Jati di Banyumas dan sekitarnya, Kunto menyebut
ada sekitar ribuan, belum masyarakat Madura yang mayoritas sebagai
pedagang sate di Cilacap.

Banyaknya masyarakat Jawa Timur di Banyumas dan sekitarnya, jika tidak
disatukan dikhawatirkan akan tercerai-berai, dan semangat
mengembalikan “balung pisah” akan sia-sia, sehingga hanya menjadi
kegiatan seremonial belaka. (estanto)

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!