by

Rencana Uji Coba Pembelajaran Tapka di Cilacap Terancam Tertunda Akibat Lonjakan Kasus Positif Covid-19

-Pendidikan, Update-dibaca 7.80Rb kali | Dibagikan 36 Kali

Adanya lonjakan kasus Covid-19 di Kabupaten Cilacap yang mencapai 22 kasus, membuat rencana Pemerintah Kabupaten Cilacap untuk melakukan uji coba pembelajaran Tatap Muka (Tapka) di sejumlah sekolah harus tertahan.

Saat ini, Cilacap masuk dalam katagori zona kuning. Kasus Covid-19 di Kabupaten Cilacap mencapai sebanyak 103 pasien. Dengan rincian 26 pasien konfirmasi dirawat, 76 pasien sembuh dan satu orang pasien meninggal. Kemudian ada 48 kontak erat dan satu suspek dirawat.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Cilacap, Kastam, menuturkan pihaknya sudah membuat regulasi tentang kegiatan pembelajaran tatap muka, bahkan akan melangkah  masuk ke tahap sosialisasi.

“Tadi kita rapat di ruang Sekertaris Daerah, dari Kepala Dinas Kesehatan menyampaikan ada tambahan positif 22 kasus. Ini kita sedang menunggu apakah tambahan tersebut kita masih masuk dalam kategori maksimal zona kuning atau masuk zona oranye,” ujarnya kepada siber lintas24.com, Jumat (21 Agustus 2020).

Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri, pembelajaran Tapka diperbolekan jika daerah tersebut termasuk dalam kategori zona hijau dan kuning. Dengan lonjakan kasus yang ada, tidak menutup kemungkinan Cilacap akan memasuki zona baru, sehingga akses terhadap fasilitas publik akan kembali ditutup.

“Cuma ini terkendala apakah kita masih masuk zona kuning. Kita masih tunggu keputusan dari Gugus Tugas Covid. Kita akan mematangkan koordinasi, karena butuh koordinasi dari beberapa pihak,” tuturnya.

Apabila Kabupaten Cilacap masih termasuk ke dalam kategori zona kuning, kegiatan pembelajaran Tapka akan tetap dilakukan, maksimal tanggal 1 September yang akan datang. Konsep yang ditawarkan adalah ditiap kecamatan akan ada satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang menjadi pilot project. Kemudian untuk Sekolah Dasar (SD), setiap daerah binaan akan memiliki satu SD yang menjadi pilot project.

(Rizky Riawan Nursatria)

Baca Juga:  Kendaraan Bukan Plat R Dilarang Masuk Wilayah Kabupaten Banyumas

Comment

Berita Lainnya