by

Rencana Pembelajaran Tapka di Kabupaten Banyumas, Satu Kelas Tak lebih 12 Siswa

-Pendidikan, Update-dibaca 5.13Rb kali | Dibagikan 16 Kali

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas berencana akan memulai pembelajaran tatap muka (Tapka). Namun, ketentuan pembelajaran tapka ini mendasarkan zona di tiap-tiap sekolah.

“Nantinya ada zona hijau, oranye, kuning dan merah, ada klasifikasinya. Tapi untuk data-data di sekolah tersebut belum ada, karena klasifikasi itu juga datanya berubah-ubah,” ungkap Kasi Kurikulum Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan (Dindik) Banyumas, Riyadi Setyarsono, kepada media siber lintas24.com, Selasa (1 September 2020)

Ia menjelaskan, pelaksanaan pembelajaran tapka ini merujuk adanya pernyataan dari Bupati Banyumas, Achmad Husein memberikan sinyal membolehkan sekolah mengajukan ijin pembelajaran tatap muka mulai Senin (31 Agustus 2020).

“Kami masih menunggu ijin atau kebijakan dari Bapak Bupati. Paling tidak ada surat edarannya,” katanya

Ia merinci , syaratnya mutlak adalah sekolah harus membentuk gugus tugas tingkat sekolah.Gugus tugas tersebut mempersiapkan SOP di sekolah mulai dari anak datang ke sekolah, berada di sekolah, hingga saat hendak pulang sekolah. Nantinya setiap kelas juga muridnya harus dibatasi, misalkan yang awalnya 30 anak, berarti dibagi menjadi tiga kelas sehingga paling tidak satu kelas berisi 10 anak atau jika sebelumya berjumlah 36 maka dibagi menjadi 12 anak.

“Kemudian sebelum menerapkan SOP tim gugus tugas tingkat sekolah juga harus meminta persetujuan dari wali murid terkait pembelajaran tatap muka.Jadi syarat utamanya juga harus ada persetujuan dari murid lalu membuat pengajuan ke Bupati melalui Dindik Banyumas,” katanya.

Selanjutnya imbuh Riyadi, tim dari Dindik akan memverifikasi layak atau tidaknya sekolah tersebut menyelenggarakan pembelajaran tatap muka.

“Persyaratan itu dilakukan tidak lain adalah untuk menghindari adanya klaster baru yang menyebar kepada anak-anak sekolah”,” ungkapnya.

 

Comment

Berita Lainnya