Ratam, S.Pd.,M.Pd Kepala UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Karangreja Semua Anak Harus Sekolah dan Berpendidikan

By: On: Dibaca: 111,745x
Ratam, S.Pd.,M.Pd  Kepala UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Karangreja  Semua Anak Harus  Sekolah dan Berpendidikan
Ratam

Ratam

 

Kondisi ideal dalam bidang pendidikan di Indonesia adalah setiap anak bisa sekolah minimal hingga tingkat SMA tanpa membedakan status.Namun hal tersebut sangat sulit untuk direalisasikan pada saat ini. Oleh karena itu, setidaknya setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam dunia pendidikan.

Pada hakikatnya pendidikan adalah hak dasar bagi setiap warga negara Indonesia untuk dapat menikmatinya. Keberadaan pendidikan yang sangat penting tersebut telah diakui dan sekaligus memiliki legalitas yang sangat kuat sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Dasar 1945.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas Pendidikan Kecamatan Karangreja, Ratam, S.Pd.,M.Pd kepada lintas24.com dan Tabloid Elemen Sabtu (15 Oktober 2016).

Dikatakan Ratam, Pemerintah sebagai penyelenggara negara sebenarnya telah mengambil beberapa tindakan untuk mengatasi mahalnya biaya pendidikan, salah satunya adalah dengan menjalankan program Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Semua anak harus sekolah dan berpendidikan. Ini ada dasarnya, kalau dipertegas bahwa pendidikan terutama pendidikan dasar,  merupakan kewajiban bagi setiap warga negara dan pemerintah wajib membiayainya,”ungkap suami Surmini, S.Pd, Guru Penjasorkes di SD Negeri Karangpucung Kecamatan Karanganyar.

Namun apa yang terjadi dilapangan lanjut Pria kelahiran 4 September 1960,  faktor pengaruh terbanyak adalah kurangnya minat anak untuk sekolah, kondisi lingkungan tempat tinggal anak, serta pandangan masyarakat terhadap pendidikan. Anak usia wajib belajar semestinya menggebu-gebu ingin menuntut ilmu pengetahuan

“Pengaruh lingkungan yang kurang baik sehingga minat anak untuk bersekolah kurang mendapat perhatian sebagaimana mestinya,”jelasnya mantan Kepala SD Negeri 1 Karanganyar ini.

Ada banyak contoh lanjut Ratam, anak usia wajib belajar sudah mengenal bahkan sudah mampu untuk mencari uang terutama untuk keperluannya sendiri seperti jajan. Hal ini tentu akan mempengaruhi terhadap cara dan sikap anak dalam bertindak dan berbuat.

“Terlena, karena sudah mencari uang sendiri dan merasakan enaknya membelanjakan uang akhirnya tanpa terasa sekolah ditinggalkan begitu saja,”tegasnya.

Itu hanya salah satu contoh saja tambah Ratam. Selain itu faktor yang perlu penanganan khusus adalah pendidikan orang tua yang hanya sekolah dasar tetapi berhasil dalam perekonomian, hal ini sangat berpengaruh terhadap cara berpikir orang tua untuk menyekolahkan anaknya.

Dirinya pernah mempunyai pengalaman menarik saat menjadi guru, ada seorang anak pintar adi keluarga yang berkucupan, saat lulus SD, anak tersebut tidak melanjutkan ke jenjang SMP. Karena orang tuanya beranggapan, dia yang hanya lulus SD saja bisa hidup berkecukupan.

“Saya pancing anak itu, agar mau melanjutkan ke SMP. Saya janjikan akan membayar SPPnya selama dua tahun, hasilnya orang tua sadar. Baru berjalan beberapa bulan, orang tuanya mau membayar sendiri,”kenang Ratam.

Ratam mengungkapkan, anak-anak seperti ini perlu diberi pencerahan agar keinginannya untuk bersekolah dapat tumbuh dari dalam dirinya sendiri dan sadar bahwa anggapannya kalau bersekolah tidak menghasilkan apa-apa itu tidak benar. Tetap justru dengan bersekolah maka kita akan menjadi orang yang pintar dan bewawasan luas sehingga akan semakin mendekatkan kita kepada kesuksesaan.

“Perlu penegasan bahwa dengan kepintaran dan kesuksesannya itu ia bisa mendapatkan semua yang ia inginkan,”ungkap Ratam.

Mantan Kepala SD Negeri 1 Darma dan SD Negeri 1 Karangpucung ini berharap, seorang guru tidak hanya mengajarkan ilmunya tetapi seorang guru berperan besar untuk memberikan dukungan agar siswa tidak putus sekolah. Bangun hubungan komunikasi dan kerja sama yang baik antara guru dan orang tua murid. Sasarannya adar siswa sadar akan tujuan yang harus dicapai dalam pendidikan

“Maka peran guru dalam hal ini adalah menimbulkan motivasi siswa dan menyadarkan siswa akan tujuan pembelajaran yang harus dicapai,”ungkap Ratam. (yoga tri cahyono)

 

 

 

 

 

 

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!