by

Purbalingga Zona Kuning, Masyarakat Harus Tetap Taat Protokol Kesehatan

-Daerah, Update-dibaca 7.11Rb kali | Dibagikan 34 Kali

Kabupaten Purbalingga telah menjadi zona kuning Covid-19 sejak 18 Oktober 2020. Namun, trend positif ditunjukkan dengan seiiring gencarnya tracing yang dilakukan. Data juga masih menunjukan sebuah fluktuasi kasus Covid-19. Peningkatan kasus hampir menyentuh angka 70-an karena tracing terus menerus juga diikuti dengan angka kesembuhan yang terus meningkat.

“Kita sejak 18 Oktober sudah zona kuning. Beberapa hari lalu sempat 64 lalu turun 61. Hari ini 68 tapi angka kesembuhan juga meningkat. Ini karena swab test memang kita gencarkan makanya kasus baru ditemukan tapi kita jadi tahu petanya,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga, Hanung Wikantono

Melihat hal tersebut, Hanung menekankan agar jangan  sampai masyarakat Purbalingga lengah dengan terus menerapkan 3M. Dirinya mengajak masyarakat untuk berbagi tugas dengan pemerintah yang terus melakukan 3T (testing, tracing dan treatment).

“Ini kita susur terus. Nah sambil kita 3T, masyarakat juga jangan sampai lengah untuk terus 3M,” ujarnya.

Di lokasi kedua, di Kecamatan Rembang, Pjs Bupati Purbalingga Sarwa Pramana mengapresiasi salah satu Desa yang di detik itu mendapat informasi memperoleh penghargaan dari Provinsi Jawa Tengah atas program Jogo Tonggo.

“Desa Bodas Karangjati hingga sekarang masih menerapkan Jogo Tonggo hingga menjadi perhatian Pemprov Jateng. Baru saja saya dapat kabar Jogo Tonggonya terbaik,” katanya.

Baca Juga:  Positif COVID-19 di Jateng Melonjak, Bertambah 19 Orang

Comment

Berita Lainnya