by

Purbalingga Gandeng Pelajar Jadi Si Koncer

-Bisnis-dibaca 122.29Rb kali | Dibagikan 20 Kali

DSC_0097

Pemerintah Kabupaten Purbalingga menggelar Sosialisasi Konsumen Cerdas dalam rangka Hari Konsumen Nasional (Harkonas) tahun 2016 di Operation Room Graha Adiguna kompleks Pendapa Dipokusumo Purbalingga, Rabu (27/4).

Sedikitnya 130 pelajar di Purbalingga berkomitmen menjadi Pelopor Konsumen Cerdas. Yakni konsumen yang teliti dalam membeli (barang maupun jasa-red) sehingga tidak terjebak dalam perang pemasaran. Si Koncer, sebutan bagi para konsumen yang cerdas juga harus mengerti akan hak dan kewajibannya sebagai konsumen.

Sosialisasi dibuka Bupati Purbalingga, Tasdi, SH.,MM. Didepan pelajar yang merupakan siswa SMA/SMK dari 21 sekolah di wilayah kabupaten Purbalingga, Bupati Tasdi meminta para pelajar untuk bersedia berperan dalam gerakan konsumen cerdas, mandiri dan cinta produk dalam negeri.

“Mulai hari ini saya minta kalian sebagai bagian dari generasi muda di Purbalingga harus menjadi pelopor Gerakan Konsumen Cerdas, Mandiri dan Cinta Produk Dalam Negeri. Kalian saya tugasi itu,” ujar Bupati Tasdi saat membuka

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Dinperindagkop) Agus Winarno mengatakan, untuk menjadi konsumen yang cerdas perlu mengetahui hak dan kewajiban sebagai konsumen.

Ada 7 ditambah 2 langkah untuk menjadi konsumen yang cerdas. Yakni menegakan hak dan kewajiban selaku konsumen,  teliti sebelum membeli, membeli sesuai kebutuhan, pastikan produk sesuai standar mutu (SNI), perhatikan label, manual dan kartu garansi Bahasa Indonesia.

“Konsumen harus perhatikan masa kedaluwarsa dan menjadikan produk dalam negeri sebagai pilihan utama serta menggunakan produk yang sehat dan dan ramah lingkungan,”tegas Agus.

Sementara anggota Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Purbalingga, Padang Kusumo menekankan, sebagai pelopor konsumen cerdas para pelajar dapat melakukan pengawasan terhadap peredaran barang yang tidak layak edar, baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan keluarga.

“Kalau di kantin sekolah ada produk yang tidak layak konsumsi, misalnya barang yang sudah kedaluwarsa, kalian dapat melakukan komplain kepada pengelola kantin. Bila tidak ada tanggapan, segera laporkan ke Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM) atau ke BPSK Purbalingga,” katanya.

Comment

Berita Lainnya