Purbalingga Dilanda Bencana Longsor

By: On: Dibaca: dibaca 28.33Rbx
Purbalingga Dilanda Bencana Longsor


Hujan deras yang terus menerus mengguyur wilayah Kabupaten Purbalingga mulai mengakibatkan bencana tanah longsor. Meski tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun sejumlah fasilitas umum terdampak akibat bencana ini.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Purbalingga, Satya Giri Podo mengatakan, pihaknya terus memantau perkembangan kejadian bencana alam akibat hujan di wilayah Purbalingga. Para penghuni rumah dan sekolah yang terancam longsor diminta waspada.

“Wilayah yang terkena bencana tanah longosr merupakan wilayah yang selama ini rawan terjadi bencana tersebut,” jelasnya, Senin (9 Oktoner 2017)

Dari data yang dihimpun media online lintas24.com, Longsor juga terjadi di Desa Tegalpingen, Kecamatan Pengadegan. Camat Pengadegan, Suwarto mengatakan, akibat longsor, tembok keliling SD 2 Tegalpingen sepanjang 30 meter dan setinggi 2,5 meter ambruk. Tidak hanya itu, longsor juga mengakibatkan penurunan fondasi satu ruang kelas dan tembok mengalami keretakan. Adapun kerugian materi mencapai Rp 40 juta.

Pada hari yang sama longsor juga terjadi di RT 3 RW 2 Desa Gunung Wuled, Kecamatan Rembang. Ruang kelas TK Pertiwi 1 Gunung Wuled terancam ambrol karena longsor itu tepat terjadi di bawah fondasi bangunan.

“Penanganan sementara sudah dilakukan oleh warga dengan memperkuat tebing untuk fondasi, namun longsor susulan bisa saja terjadi,” Camat Rembang, Suroto

Minggu (8 Oktober 2017) malam, longsor terjadi di Desa Karangmalang, Kecamatan Bobotsari, , tepatnya di bawah fondasi rumah milik Saunah (53) warga RT 2 RW 2. Longsor terjadi saat hujan deras pukul 23.00. Beruntung tidak ada korban jiwa, namun rumah yang dihuni lima orang itu mengalami rusak ringan.

Beberapa jam sebelumnya di Desa Kalijaran, Kecamatan Karanganyar tepatnya di RT 2 RW 4 Dusun Kalibulan dan di Dukuh Mbawang, Desa Karangsari, Kecamatan Karangmoncol. Longsor di Desa Kalijaran dengan kedalaman longsor lebih 2,5 meter, panjang 5 meter di dekat perumahan warga.

“Di Desa Karangsari, tebing setinggi 10 meter longsor dan menutupi jalan. Namun keesokan paginya dilakukan kerja bakti pembersihan material dan kondisi saat ini akses jalan sudah normal kembali,” kata Camat Karangmoncol, Bambang Triyono.

Sehari sebelumnya, terjadi pergerakan tanah di RT 5 RW 5 Desa Banjarsari, Kecamatan Bobotsari, tepatnya di jalan desa arah dukuh Kedunggandu. Panjang retakan sekitar 10 meter memotong jalan lintas dusun.

“Untuk sementara warga diminta mengalihkan arus air dari parit yang ada di atas lokasi gerakan tanah, sehingga tidak memicu percepatan gerakan tanah,” kata Camat Bobotsari, Harsono.

Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purbalingga, Muhsoni mengatakan, pihaknya sudah melakukan asesmen dengan menyarankan penanganan sementara di lokasi-lokasi longsor tersebut. Antara lain memasang papan peringatan, kerja bakti penguatan tebing dengan crucuk bambu. .(mahendra yudhi krisnha)

 

 

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!