Purbalingga Cadangkan 15 Miliar untuk Pembangunan Wirasaba

By: On: Dibaca: 75,872x
Purbalingga Cadangkan 15 Miliar untuk Pembangunan Wirasaba

DPRD

PURBALINGGA- Pembangunan Lanud Wirasaba sebagai bandara komersil tetap dilanjutkan. Pemkab menganggarkan dana cadangan Rp 15 miliar untuk kerja sama pembangunan bandara dalam anggaran perubahan tahun 2015.

Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Purbalingga, Kodadiyanto mengatakan, dana tersebut diambilkan dari dana rencana pengeluaran pembiayaan sebesar Rp 34 miliar. Pengeluaran pembiayaan juga digunakan untuk penyertaan modal kepada PDAM, PT BPRS Buana Mitra Perwira, BPR Artha Perwira, PD BPR BKK, BPD Jateng dan PD Owabong sebesar Rp 18,24 miliar.

Pembangunan bandara sesuai komitmen bersama 5 bupati yakni Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen dan Wonosobo serta Gubernur Jawa Tengah. Pembangunan bandara di wilayah bagian barat selatan Jateng akan terus diupayakan dalam rangka mendorong pertumbuhan dalam rangka mendorong pertumbuhan wilayah.

Mengingat besarnya kebutuhan kontribusi anggaran untuk pembangunan bandara maka pada tahun anggaran 2015 perlu dibentuk dana cadangan, katanya saat membacakan sambutan bupati pada saat penandatanganan KUA-PPAS Perubahan Tahun 2015, Kamis malam (14/8).

Ketua Bandan Anggaran DPRD Purbalingga, Tongat mengatakan ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian dalam KU PPAS pada perubahan tahun anggaran 2015. Perhatian tersebut antara lain persiapan kerjasama pembangunan bandara, pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan dasar.

Setelah ini kami akan membahas RAPD Perubahan dengan acuan KUAPPS itu. Kami pasang 31 Agustus sudah ditetapkan jadi APBD Perubahan, kata Tongat.

Berdasarkan data Badan Anggaran, pendapatan tahun 2015 diproyeksikan mencapai Rp 1,55 triliun atau terjadi peningkatan sebesar 5,85 persen dari pendapatan yang ditetapkan sebelumnya sebesar Rp 1,467 triliun. Pendapatan ini bersuber dari PAD diproyeksikan sebesar Rp 191,7 miliar, dana perimbangan sebesar Rp 910,5 miliar dan penerimaan yang sah sebesar Rp 451,46 miliar.

Sedangkan belanja daerah sebesar Rp 1,7 triliun atau mengalami kenaikan sebesar 13,17 persen dari sebelumnya sebesar Rp 1,5 triliun. Belanja ini terdiri dari belanja tidak langsung sebesar Rp 1,06 triliun dan belanja langsung sebesar Rp 653,68 miliar

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!