Purbalingga Belum Layak Punya Taxi

By: On: Dibaca: dibaca 115.69Rbx
Purbalingga Belum Layak Punya Taxi

Pengoperasian Taksi Diminta Dikaji Ulang

PURBALINGGA- DPRD Purbalingga meminta Organisasi Angkutan Darat (Organda) untuk mengkaji ulang rencana pengoperasian taksi di Purbalingga. Selain itu, Dewan juga meminta agar pelaku angkutan lain juga disosialisasikan perihal itu.

Ketua DPRD Purbalingga, Tongat, Senin (7/9) mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum mengetahui sejauh mana kesiapan dari pihak Organda maupun pengelola taksi yang akan beroperasi di Kota Perwira tersebut. Secara lembaga, DPRD mendukung beroperasinya taksi, namun harus melalui analisis dan kajian yang sangat matang.

“Apakah Organda sudah mensosialisasikan rencana itu ke pelaku angkutan umum lainnya atau belum? Jangan sampai beroperasinya taksi malah mematikan angkutan umum lainnya. Sebab angkutan umum saja saat ini sepi penumpang,” katanya kepada Lintas24.com.

Artinya, lanjut politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini, jika sudah disetujui pemerintah, pengelola tidak jalan sendiri-sendiri, sosialisasikan dulu ke bawah. Rencana itu juga harus disampaikan ke DPRD agar pihaknya juga ikut mengkaji keberadaannya,” katanya.

Wakil Ketua DPRD Purbalingga, Adi Yuwono menambahkan, pengoperasian taksi di Purbalingga juga haris dibarengi dengan fasilitas umum yang berkelas seperti hotel berbintang, pusat perbelanjaan atau mal dan tempat wisata. Contoh terdekat seperti di Purwokerto.

“Kemudian, ke masyarakat seperti apa? Apakah masyarakat Purbalingga sudah membutuhkan taksi atau belum? Ini juga harus dikaji lebih dalam,” kata wakil rakyat dari Partai Gerindra ini.

Sementara itu, Ketua DPC Organda Purbalingga, M Wachyono mengatakan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi ke pelaku angkutan lainnya serta ke DPRD sejak tahun lalu. Waktu itu disepakati jenis kendaraan untuk taksi berupa sedan agar tidak mengganggu angkutan umum yang lain.

“Karena kalau jenisnya minibus dengan enam bangku yang bisa memuat penumpang banyak, dikhawatirkan sama seperti angkutan umum. Terkait kebutuhan masyarakat, kami mengajukan 25 unit taksi dan pada Oktober nanti akan dilakukan survei oleh lembaga survei independen akan kebutuhan masyarakat terhadap taksi tersebut,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemkab sudah memberikan lampu hijau dan saat ini proses perizinan di instansi terkait sedang dirampungkan terhadap pengoperasian taksi di Purbalingga. Pengajuan izin ini sejak tahun lalu dan terjadi tarik ulur dengan pemkab perihal jenis kendaraan.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dinhubkominfo) Purbalingga, Yonathan Eko Nugroho mengatakan, pihaknya belum menerima pengajuan izin trayek dari pengelola taksi. Pengajuan izin itu nanti akan diteruskan ke Dinhubkominfo Provinsi Jawa Tengah yang punya kewenangan untuk memberikan izin trayek. Terkait analisa pengaruh pada angkutan lain menjadi tugas Organda.

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!