by

Puisi Dongeng Marsinah Sukses Hipnotis  Penonton Parade Pembacaan dan Musikalisasi Puisi “Mengenang Sapardi Djoko Damono”di Purbalingga

-Budaya, Update-dibaca 18.48Rb kali | Dibagikan 96 Kali

Puisi Dongeng Marsinah milik Sapardi Djoko Damono sukses membuat para penonton terkesima. Puisi yang digarapnya selama dua tahun tersebut menguras begitu banyak emosi, karena tragedi kematian Marsinah yang penuh misteri tersebut sangat tragis.

Mendiang Sapardi perlu mengendalikan emosi sebelum menumpahkannya ke dalam karya puisinya tersebut yang terbilang panjang untuk ukuran sebuah karya puisi, tuturnya dalam sebuah acara sastra bersama Joko Pinurbo beberapa tahun silam.

Karya tersebut dibacakan oleh Vandi Romadhon, pegiat sastra dan teater dari Katasapa dengan penuh pengkhayatan dalam acara ‘Mengenang Sapardi Djoko Darmono’ besutan Dewan Kesenian yang berkolaborasi dengan Bioskop Misbar Purbalingga, di Taman Usman Janatin Purbalingga (Jumat,7 Agustus 2020)

“…saya ini Marsinah, saya tak mengenal wanita berotot, yang mengepalkan tangan, yang tampangnya garang di poster-poster itu; saya tidak pernah jadi perhatian dalam upacara, dan tidak tahu harga sebuah lencana…”

Sebanyak 18 karya puisi Sapardi Djoko Damono dipentaskan dalam parade pembacaan dan musikalisasi puisi ini. Selain untuk mengenang sastrawan Indonesia kelahiran Solo tersebut, Komite Sastra Dewan Kesenian Purbalingga, Agustav Triono menuturkan bahwa acara tersebut untuk menggairahkan kembali iklim bersastra terutama puisi di kota Perwira.

Trisnanto Budidoyo membacakan puisi karya Sapardi Djoko Damono, di Taman Usman Janatin Purbalingga (Jumat,7 Agustus 2020)

Para pegiat sastra terkenal di Purbalingga juga turut tampil membacakan puisi milik “SDD”, yakni Trisnanto Budidoyo, Andi Prasetyo, Ryan Rachman, Vandi Romadhon, Windu Setyaningsih, Meinur Diana Irawati, Peni Tulus Handayani, Lintang Kumala dan Yani Ekasari.

Selain itu, acara ini juga dimeriahkan oleh penampil dari grup musik MASTRI yang menggarap musikalisasi puisi Aku Ingin dan Komunitas Musik Padamara (KMP) yang menampilkan musikalisasi puisi Hujan Bulan Juni.

“Kegiatan ini adalah acara pertama setelah beberapa bulan kegiatan Misbar terhenti akibat pandemi Covid-19. Acara yang disaksikan secara terbatas oleh kurang lebih 30 penikmat puisi tersebut juga tetap memerhatikan protokol pencegahan COVID-19. Pementasan tersebut ditayangkan melalui streaming di kanal YouTube Misbar Purbalingga,” tutur  Manajer Bioskop Misbar Purbalingga, Bowo Leksono

Banyak komentar apresiasi dari sastrawan di luar kota Purbalingga, antara lain Kurniawan Junaedi dan Triman Laksana yang memberi selamat dan dukungan terhadap acara tersebut.

Editor: Rizky Riawan Nursatria. (Mg)

Comment

Berita Lainnya