PT S2P Gelar Pengobatan Gratis Bagi Warga di Ring Satu

By: On: Dibaca: 107,526x
PT S2P Gelar Pengobatan Gratis Bagi Warga di Ring Satu

CILACAP Sebagai salah satu bentuk kepedulian dan implementasi program CSR (Corporate Social Responsibility) serta guna terciptanya hubungan yang harmonis sekaligus membantu program pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, PT Sumber Segara Primadaya (S2P) selaku pengelola PLTU Cilacap di Desa Karangkandri, Kecamatan Kesugihan, Rabu (9/9), menggelar pengobatan gratis kepada ratusan warga Desa Karangkandri yang menjadi wilayah ring 1 perusahaan, yang terkena dampak langsung terhadap beroperasinya PLTU. Warga berbondong-bondong mendatangi Masjid Al-Hikmah, Desa Karangkandri untuk mendapatkan pengobatan gratis dan penyuluhan kesehatan. Salah seorang warga RT 04 RW 05 Desa Karangkandri, Radimun (50) mengatakan, warga sangat antusias dengan adanya pengobatan gratis yang diselenggarakan PLTU Cilacap. Hal tersebut lantaran banyaknya warga yang merasa sesak nafas akibat dari dampak beroperasinya PLTU. Warga di sini merupakan wilayah ring satu, dan dampak dari PLTU adalah penyebaran debu batu bara, kemudian suara bising dari PLTU, dan yang ketiga bau yang menyengat dari residu yang merupakan hasil pembakaran batu bara, sehingga banyak warga yang terkena penyakit pernafasan, katanya. Menurutnya, warga di sekitar ring satu perusahaan berkeinginan bermitra dengan PLTU, karena PLTU sendiri sangat dibutuhkan oleh warga, jadi tidak ada kata menentang. Kita adalah mitra, agar warga ring satu bisa diangkat dan di-uwongke oleh PLTU Cilacap. Pengobatan gratis ini baru pertama kali dilaksanakan sejak diusulkan dari tahun 2006 lalu, tandasnya. Prakarasa yang dilakukan PLTU Cilacap ini sangat membantu, karena untuk mendeteksi secara dini hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan yang ditimbulkan akibat dampak dari beroperasinya PLTU. Dia berharap, ke depan warga tetap bermitra dengan pihak PLTU Cilacap dengan mengadakan pertemuan rutin antara warga ring satu dengan pihak-pihak terkait di PLTU, sehingga keluhan dari masyarakat bisa langsung disampaikan. Dari data yang dihimpun, tahun lalu sudah ada tiga anak yang terkena penyakit infeksi saluran pernafasan akut (ISPA). Sementara tahun ini belum ada data pasti, karena pengobatan sedang berjalan dan bisa jadi ada penambahan anak yang terkena ISPA. (estanto)

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!