PT Boyang Industrial Kembali Cemari Lingkungan, Ratusan Ikan Mati

By: On: Dibaca: dibaca 127.86Rbx
PT Boyang Industrial Kembali Cemari Lingkungan, Ratusan Ikan Mati

Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Purbalingga menyimpulkan kuat dugaan telah terjadi pencemaran yang ditimbulkan dari limbah pabrik rambut milik PT Boyang Industrial.

Kepala BLH Purbalingga Ichda Masrianto menandatangani surat nomer 660/153 tanggal 24 Maret 2015 yang ditujukan kepada Tri Daya Kartika tentang hasil uji laboratorium dugaan pencemaran lingkungan.Disebutkan, surat ini merupakan tindak lanjut pengaduan Tri Daya Kartika warga RT 01 RW 01 Kelurahan Karangmanyar tanggal 17 Maret 2015 tentang pengaduan atas dugaan pencemaran lingkungan dari PT Boyang Industrial di saluran air irigasi Kelurahan Karangmanyar yang mengakibatkan kolam ikan tercemar dan banyak ikan milik warga mati. Saat itu (15/3) ratusan ikan bawal di kolamnya mati mengapung, air didalam kolam berwarna hitam pekat dan bercampur buih.

Tri Daya Kartika membenarkan telah menerima surat hasil uji laboratorium dugaan pencemaran lingkungan dari BLH Purbalingga (25/3).Dikatakan, surat ini merupakan respon cepat dari pengaduannya secara lisan melalui sms kepada Bupati Purbalingga dan Kepala BLH Purbalingga yang kemudian disusul dengan surat pengaduan resmi.

“Saya mengadukan secara lisan melalui sms dan surat tertulis kepada Bupati Purbalingga dan Kepala BLH,”ungkap Tri Daya Kartika kepada lintas24.com saat ditemui dirumahnya (28/3).

Tri Daya menjelaskan,Kepala BLH langsung merespon dengan menugaskan stafnya untuk melakukan peninjauan lapangan serta mengambil contoh air di lokasi yang diduga sebagai tempat awal terjadinya pencemaran yakni saluran air outlet limbah cair PT Boyang Indusrial.

“Contoh yang diambil termasuk air sungai dan saluran air di Kelurahan Karangmanyar,”ungkap Tri Daya.

Ia menambahkan, hasil uji laboratorium sesuai surat yang diterima dari BLH Purbalingga menunjukan kadar diatas baku mutu contoh air di lokasi saluran air outlet limbah cair PT Boyang Industrial dan air yang sungai dan saluran air di Kelurahan Karangmanya untuk parameter BOD, COD, cadmium, khrom (VI), tembaga, timbale, klorin bebas dan sulfide (H2S).

“Sesuai surat BLH, hasil uji laboratorium sudah dikirimkan kepada Bupati Purbalingga,”katanya.

BLH Purbalingga dalam suratnya lanjut Tri Daya, telah membentuk tim yang beranggotakan Kabid Penataan Kapasitas dan Teknolgi LH, Kasubdit Pengawasan dan Penataan, PPLHD, dan staf terkait untuk melaksanakan pengawasan lapangan di lokasi PT Boyang Industrial. Fakta-fakta ditemukan bahwa telah terjadi kerusakan di Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) PT Boyang dan petugasnya sedang sakit.

“Akibatnya limbah cair di inlet bak pengolahan awal IPAL meluap dan mengalir ke saluran air tanpa melalui proses pengolahan,”ungkap Tri Daya membacakan surat BLH Purbalingga.

Tri Daya menambahkan, kemarin (27/3) Tim Inafis Polres Purbalingga juga mengambil contoh air didalam kolam dan saluran irigasi.Siang harinya wakil dari PT Boyang yang didampingi oleh petugas dari Satreskim Polres Purbalingga juga telah menemuinya untuk berkomunikasi.

“Saat wakil PT Boyang menemui saya, air di aliran irigasi masih berwana hitam pekat. Saya ajak untuk melihatnya, dia malah menolak,”jelas Tri Daya.

Akan tetapi, Tri Daya menambahkan, PT Boyang mengakui luapan dari bak pengolahan awal IPAL dan mengalir ke saluran tanpa tersaring lebih dulu dengan melalaikan Perda Jateng No 5 tahun 2005 tentang limbah cair yang dibuang ke lingkungan harus memenuhi baku mutu yang dipersyaratkan dan menyanggupi dalam waktu dua bulan untuk membangun meninggikan pembatas inlet IPAL untuk mengatisipasi kembali limbah air meluap.

“Kalau pembangunan membutuhkan waktu dua bulan, logikanya air limbah tetap meluap dan mengalir ke saluran. Maka air dari saluran tidak dapat digunakan untuk apapun, pertanian tidak bisa, perikanan juga tidak bisa.Jadi warga akan terus dirugikan,”ungkap Tri Daya.

Salah warga yang kolamnya terdampak pencemaran limbah, Didit mengatakan, perhatian dari PT Boyang dirasa tidak memberikan solusi yang cerdas dan cepat.Jika meninggikan pembatas inlet IPAL membutuhkan waktu dua bulan, berarti kita para pemilik kolam harus berhenti berusaha sampai pembangunan selesai. PT Boyang hanya menjanjikan memberikan bantuan BBM premium untuk mesin pencari oksigen didalam kolam saja.

“Saya tidak yakin, ikan dapat bertahan hidup dengan air kolam yang tercemar. Jadi lebih baik tidak memelihara ikan dulu.Tapi ya itu, keluarga saya setiap hari akan makan dari mana. Kolam ikan ini gantungan utama saya untuk menghidupi keluarga,”ungkapnya dengan nada kecewa

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!