Program Kotaku Kelurahan Kandanggampang Diprotes Warga

By: On: Dibaca: 93,537x
Program Kotaku Kelurahan Kandanggampang Diprotes Warga

Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) di Kelurahan Kandanggampang diprotes warga. Pasalnya, warga menduga Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Mawar Merah melalui Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Yudistira tidak transparan dalam pengerjaan drainase lingkungan dengan volume 131 meter, senilai Rp. 117.368.000 yang berlokasi di RT 001 RW 002.

Aksi protes warga ditandai dengan penghentian sementara pekerjaan dan memasang tulisan “proyek ditutup sementara”, “BKM introspeksi”.

Ketua RT 03 RW 02, Djamroni menilai, program yang dikerjakan BKM Mawar Merah melalui KSM Yudistira ini tidak disosialisasikan terlebih dahulu kepada warga yang terdampak.

“Keluhan kami, mengapa pengerjaannya tidak dimulai dari atas atau dari bawah dulu. Mengapa dimulai dari tengah. Kalau seperti ini, tanah dari atas pasti akan ikut terbawa air dalam drainase. Pasti, nantinya yang terkena dampak banjir didaerah bawah yang melintas di wilayah RT kami,”ungkap Djamroni kepada cyber media lintas24.com, Selasa malam (10 September 2019)

Selain itu lanjut Djamroni, material untuk pekerjaan pondasi juga tidak sesuai spesifikasi “Kami melihat bahwa penggunaan batu tidak sesuai dengan spesifikasinya. Batu belah keras tidak digunakan untuk pondasi, malah yang digunakan batu wadas,” ungkapnya.

Hal senada diungkapkan Lukman, warga RT 04 RW 05. Dikatakan, para pengurus BKM dan KSM wajib memiliki mental kepedulian agar program ini tepat sasaran.

“Seharusnya semua program ini harus disosialisasikan dulu, kemudian dikoordinasikan dengan warga terdampak. Kemudian, perlu juga untuk mengedukasinya. Terpenting, pengurus BKM dan KSM jangan menganggap uang ini untuk bancakan,”ungkapnya.

Warga lainnya, Sobirin juga menyesalkan pekerjaaan. Ia menyakini, jika sedimen jalur di bawah tidak dikeruk, besar kemungkinan akan menimpulkan dampak ikutan yang lainnya.

“Pakai logika saja, sedimen tanah di drainase bawah tidak dikeruk dan diangkat. Pasti saat musim penghujan datang akan mengakibatkan banjir,” ungkapnya.

Menanggapai hal tersebut, Koordinator BKM mawar Merah Heru Prasetya mengemukakan, program Kotaku merupakan upaya strategis Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk mempercepat penanganan permukiman kumuh di Indonesia.

“Sesuai dengan Surat Keputusan Bupati Purbalingga Nomer 643/351 tahun 2014 tentang lingkungan perumahan dan pemukiman kumuh di Kabupaten Purbalingga Untuk Kelurahan Kandanggampang, masih terdapat 10,78 Hektar luasan kriteria kumuh ringan,” ungkap Heru Prasetya kepada cyber media lintas24.com, Rabu (11 Desember 2019).

Untuk sosialisasi dan titik dimulai pekerjaan drainase dengan total biaya Rp.117.368.000 yang berasal dari sumber dana BKM sebanyak Rp.115.398.000 serta Rp. 1.970.000 dari dana swadaya masyarakat ini dan dikerjakan selama 115 hari kerja sejak 21 Agustus hingga 14 Desember 2019. Ia yang didampingi Sekretaris, anggota BKM Mawar Merah dan koordinator Unit Pengelola Lingkungan (UPL) mengungkapkan, sosialisasi pekerjaan sudah dilakukan sebanyak tiga kali kepada masyarakat.

“Sebelum pelaksanaan pekerjaan, kami sudah mensosialisasikan kepada masyarakat. Untuk titik dimulai pekerjaan, memang ditengah yang sudah terbuka. Untuk yang bawah memang belum dikerjakan karena drainase tertutup bangunan. Untuk pengerukan sedimen yang diharapkan masyarakat mungkin tidak bisa dikerjakan. Bisa dikerjaan, namun bangunan diatas drainase harus dibongkar. Kami hanya mengikuti prosedur dan petunjuk yang sudah ada,” ungkapnya.

Untuk material lanjutnya, penggunaan material sudah sesuai dengan peruntukannya, yakni menggunakan batu pecah keras. Sedangkan untuk batu-batu pondasi drainase lama tidak digunakan untuk pekerjaan.

“Kami gunakan batu pecah keras, jadi bukan batu wadas. Silahkan dicek lokasi. Kemudian batu-batu bongkaran drainase lama, memang tidak kami gunakan. Masyarakat boleh kok menggunakannya,” tutur Heru.

Heru juga mempersilahkan masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam pengawasan pekerjaan Kotaku. Di Kelurahan akan dilaksanakan 19 paket pekerjaan untuk menangani kawasan kumuh dengan membangun platform kolaborasi melalui peningkatan peran pemerintah daerah dan partisipasi masyarakat.

“Inti dari semua ini, kami membuka pintu musyawarah. Bisa kok diusulkan melalui Ketua RT dan RW masing-masing. Kami juga mengapresiasi kepedulian masyarakat terhadap program-progam dan pekerjaan BKM Mawar Merah. Harapannya,  sesuai tujuan program ini, dapat meningkatkan akses terhadap infrastruktur dan pelayanan dasar di permukiman kumuh perkotaan. Guna mendukung mewujudkan permukiman perkotaan yang layak huni, produktif, dan berkelanjutan dapat terwujud,” ungkap Heru

 

 

 

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!