Produksi AMDK Purbalingga Harus Lepas Dari PDAM

By: On: Dibaca: dibaca 13.17Rbx
Produksi AMDK Purbalingga Harus Lepas Dari PDAM

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi SE BEcon MM menginginkan agar Produksi Air Minum dalam Kemasan (AMDK) ke depan menjadi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) tersendiri, tidak lagi menjadi bagian dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabuapaten Purbalingga

“Soal legalitas baik SNI maupun dari BPOM sudah clear, saya apresiasi karena itu adalah arahan saya. Akan tetapi yang jadi soal sekarang saat ini belum ada produknya, atau produknya belum jadi,” katanya saat penyerahan Surat Keputusan (SK) Bupati atas Pengangkatan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur PDAM Kabupaten Purbalingga kepada Riyanto SE MSi Ak di ruang Kerja Bupati, Kamis (13 Juni 2019).

Bupati menilai kinerja masa jabatan Riyanto periode sebelumnya telah membenahi beberapa hal terkait produksi AMDK, meski demikian masih ada problem yang harus dibenahi. Berdasarkan laporan audit yang Bupati terima, bahwa laporan keuangan pada bisnis AMDK di PDAM ini belum clear, atau masih bermasalah. Bupati meminta status bisnis AMDK yang saat ini masih sebagai anak perusahaan, PDAM untuk segera dibenahi terlebih dahulu masalah keuangan tersebut.

“Saya ingin ketika nantinya AMDK produknya sudah dibuat, kita selesaikan laporan keuangan, kita cari apa yang menjadi alasan ketidak-clear-an laporan tersebut. Ketika sudah dibenahi setelah itu cut. Kita bikin perusahaan sendiri,” katanya.

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!