by

Produk UMKM Purbalingga Mulai Serbu Alfamart

-Bisnis, Update-dibaca 14.78Rb kali | Dibagikan 78 Kali

Produk-produk pengusaha Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Purbalingga mulai menyerbu pasar modern. Sebanyak 34 produk UMKM lokal Purbalingga mulai dijual di empat toko modern Alfamart di Purbalingga.

Deputi Branch Manager Alfamart Cabang Cilacap, Ikhwan Ngabdi Raharjo mengungkapkan, dalam perencanaan pihaknya akan melakukan evaluasi  tiga bulan ke depan. Ketika bisa memenuhi persyaratan baik dari sisi hasil pemasaran dan sebagainya, maka akan dipasarkan di seluruh outlet Alfamart di Purbalingga.

“Terimakasih, Alfamart  terlah diberi kesempatan untuk memasarkan produk UMKM, meskipun saat ini baru 4 outlet. Saya berharap bisa terus bertambah. Ketika sudah cukup bagus maka diperluas ke area target kami di 400 outlet, bahkan nasional, ini bukan tidak mungkin, beberapa produk UMKM lokal daerah lain juga sudah ada yang go nasional,” katanya kepada media siber lintas24.comusai acara peluncuran Produk Lokal UMKM, di Alfamart  Jalan AW Soemarmo Purbalingga, Kamis (6 Agustus 2020).

Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi menyampaikan terimakasih atas kemitraan ini, Hal ini merupakan upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga dalam rangka membantu UMKM lokal untuk bisa naik kelas dan berdaya saing.

“Kerjasama Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dengan Alfamart  bertujuan untuk meningkatkan daya saing produk UMKM lokal. Alhamdulillah setelah kami evaluasi, ternyata omsetnya cukup bagus dan cukup membantu pelaku UMKM di tengah pandemik ini . Tahap awal baru 4 outlet, tahap selanjutnya bisa disediakan di seluruh outlet Alfamart di Purbalingga. Ke depan diharapkan bisa diperluas lagi masuk ke gerai-gerai Alfamart di kabupaten lain,” tuturnya

Ia menjelaskan, produk UMKM lokal yang bisa masuk tentu memiliki berbagai persyaratan sebagaimana produk UMKM yang masuk dalam program Tuka-Tuku Purbalingga. Diantaranya memiliki Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK), Produk Industri Rumah Tangga (P-IRT), kualitas dan kontinuitas terjaga.

“Jangan sampai nanti ordernya banyak tiba-tiba kewalahan dan tidak mampu mencukupi,” imbuhnya.

Bupati berharap kemitraan ini bisa menjadi contoh bagi toko modern lain untuk bisa bantu memasarkan produk UMKM lokal.

“Bahkan hal ini merupakan salah satu persyaratan dalam megajukan izin mendirikan toko modern. Harus kerjasama dengan UMKM lokal, jadi kalau tidak ada unsur pemberdayaan hanya numpang membangun di Purbalingga saja buat apa? yang kita butuhkan ya kerjasamanya dan kontribusinya terhadap pemberdayaan UMKM Purbalingga,” tuturnya

 

 

Comment

Berita Lainnya