Probo Bantah Semua Tuduhan

By: On: Dibaca: 83,200x
Probo Bantah Semua Tuduhan

Probo Bantah Semua Tuduhan

Mantan Bupati Cilacap Probo Yulastoro, akhirnya datang
sebagai saksi dalam sidang perkara pungutan liar (pungli) terhadap
para sekretaris desa (sekdes) dengan terdakwa Dangir Mulyadi di
Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Rabu (6/5).

Dalam pemberian keterangan terhadap Majelis Hakim dan juga Jaksa
Penuntut Umum (JPU), Probo menolak semua tuduhan yang dilayangkan
kepadanya berdasarkan keterangan saksi-saksi sebelumnya.

“Probo menolak semua tuduhan tentang ada perintah untuk melakukan
syukuran, menolak sering melakukan pertemuan dengan Dangir, dan
menolak menerima uang syukuran,” kata Kuasa Hukum Dangir Mulyadi,
Sugeng Anjili, Kamis (7/5).

Saat menjadi saksi, menurut Sugeng, Probo mengatakan bahwa Dangir saat
itu masih menjabat sebagai Kepala Bagian Pemerintahan. Padahal,
sebenarnya saat itu Dangir sudah pindah di BPBD Cilacap karena
promosi. Selain itu, Probo juga menyatakan jika pelantikan sekdes
dilaksanakan tahun 2007, padahal dilaksanakan tahun 2009. Dan pada
tahun 2007, Probo masih menjadi bakal calon bupati.

Atas pernyataan dari Probo tersebut, kliennya, Dangir Mulyadi serta
dirinya sebagai kuasa hukum menyatakan keberatan dengan pernyataan
saksi Probo. Karena berdasarkan keterangan saksi lainnya, Probo
menerima uang Rp 310 juta.

“Kami keberatan dengan keterangan saksi, karena faktanya Probo
menyuruh klien saya, Dangir Mulyadi bersama dengan Rini menyerahkan
satu tas uang sebesar Rp 310 juta pada pagi hari sebelum acara
peresmian di Balai Desa Buntu,” katanya.

Kasus pungutan sekdes terjadi pada akhir 2008 dan awal 2009 saat
pelantikan sekdes se-Kabupaten Cilacap menjadi PNS. Pelantikan
tersebut dilaksanakan dalam tiga tahap, tahap I sebanyak 124 orang,
tahap II sebanyak 31 orang, dan tahap III sebanyak 21 orang. Jumlah
seluruhnya sebanyak 176 orang.

Sebelum pelantikan, para sekdes dikumpulkan oleh Kabag Pemerintahan
Dangir Mulyadi dan diminta untuk memberikan uang syukuran sebesar Rp 5
juta. Setelah uang ratusan juta tersebut terkumpul di Bagian
Pemerintahan, diduga dibagi-bagikan ke sejumlah pejabat di lingkungan
Pemkab Cilacap.

Dalam sidang sebelumnya, Probo Yulastoro sering disebut oleh sejumlah
saksi. (estanto)

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!