by

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia, Said Iqbal: Kami Belum Tentu Setuju Walaupun Ikut Tim Perumus RUU Ciptaker

-Politik, Update-dibaca 5.38Rb kali | Dibagikan 16 Kali

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menyatakan bahwa pihaknya belum tentu setuju terhadap Rancangan Undang-undang (RUU) Cipta Kerja. Walaupun Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indoensia (DPR RI) bersama 18 serikat buruh diketahui telah membentuk tim perumus yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad

“Jadi seolah-olah sudah ikut proses, setuju. Belum tentu, karena dalam proses itu ada yang setuju, ada yang tidak setuju. Meski ikut bergabung dalam tim tersebut,” ujar Said di Gedung Nusantara II, Kompleks Parelemen, Jakarta, Kamis (20 Agustus 2020).

Bergabungnya KSPI dalam tim perumus bukan soal legitimasi, melainkan memang kewajiban DPR yang wajib menampung aspirasi serikat buruh. Apalagi, proses politik RUU Cipta Kerja disebutnya tidak terbuka dan cenderung merugikan kelompok pekerja.

“Sikap kami sampai saat ini menolak RUU Cipta Kerja, khususnya klaster ketenagakerjaan omnibus law. Pasal-pasal di luar ketenagakerjaan pun kami tolak kalau itu merugikan,” ujar Said.

Aksi penolakan dari buruh, kata Said, masih akan terjadi meskipun 18 kelompok buruh bergabung dalam tim perumus RUU Cipta Kerja. Rencananya, puluhan ribu buruh diklaimnya akan kembali melakukan aksi penolakan Omnibus Law.

“Pada 25 Agustus puluhan ribu buruh akan aksi di depan Gedung DPR dan kantor Kementerian Perekonomian, dan puluhan ribu lagi akan aksi di 20 provinsi, lebih dari 200 kabupaten,” ujar Said.

 

 

 

Comment

Berita Lainnya