by

Presiden Jokowi Minta Harga Vaksin Covod-19 Tidak Diberitahukan ke Masyarakat

-Politik, Update-dibaca 4.51Rb kali | Dibagikan 14 Kali

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menginginkan implementasi vaksinasi kepada masyarakat dijelaskan dengan hati-hati. Baik terkait siapa yang akan menerima vaksinasi untuk pertama kali, siapa yang akan mendapatkan secara gratis, dan sebagainya.

“Disiapkan betul. Siapa yang gratis, siapa yang mandiri dijelasin betul harus detail. Ini jangan sampai nanti dihantam oleh isu, diplintir, kemudian kejadiannya bisa masyarakat demo lagi karena memang sekarang masyarakat pada posisi yang sulit,” tuturnya saat membuka rapat terbatas antisipasi penyebaran covid 19 saat libur panjang akhir Oktober, Senin (19 Oktober 2020).

Presiden Jokowi meminta jajarannya menjelaskan dengan baik mengenai proses penyediaan vaksin Covid-19, kehalalan, kualitas, proses distribusinya, dan implementasi vaksinasi kelak.

“Termasuk didalamnya tidak menyampaikan harga vaksin corona Covid-19 kepada publik.Saya harapkan betul-betul disiapkan mengenai vaksin, mengenai komunikasi publiknya, terutama yang berkaitan dengan halal dan haram, yang berkaitan dengan harga, dengan kualitas, nanti yang berkaitan dengan distribusinya seperti apa. Meskipun tidak semuanya kita sampaikan ke publik, harga ini juga tidak harus kita sampaikan ke publik,” kata Presiden Jokowi

Presiden Jokowi juga meminta pemerintah tak tergesa-gesa menyediakan vaksin Covid-19 mengingat prosesnya yang sangat rumit. Jokowi juga mengingatkan proses pengadaan vaksin pun harus dilakukan secara jelas.

“Kementerian Kesehatan dapat bertanggung jawab terkait pemberian vaksin gratis kepada masyarakat. Sementara itu, Kementerian BUMN bertanggung jawab pemberian vaksin berbayar,” tegas Presiden Jokowi.

 

 

Comment

Berita Lainnya