Prasasti Peringatan Tragedi Mei 98 Diresmikan Lusa

By: On: Dibaca: 179,161x
Prasasti Peringatan Tragedi Mei 98 Diresmikan Lusa

mei1998dalam

Prasasti peringatan tragedi kerusuhan Mei 1998 akan diresmikan oleh pemerintah pada Rabu (13/5) lusa. Prasasti ini didirikan untuk mengenang insiden yang terjadi 17 tahun silam.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) direncanakan meresmikan secara langsung prasasti yang terletak di Makam Massal Korban Tragedi Mei 98, yakni di tempat pemakaman umum Pondok Ranggon, Jakarta Timur.

Peletakan batu pertama untuk Prasasti Mei 1998 telah dilakukan pada 2014 oleh Ahok, yang saat itu masih menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta.
Pilihan RedaksiMenanggapi rencana peresmian tersebut, Ketua Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) Azriana mengapresiasi langkah Pemprov DKI. Menurutnya, langkah ini merupakan awal bagi pemerintah untuk mengakui tragedi Mei 1998.

“Kami tidak pernah berhenti berjuang selama 17 tahun ini. Kami lihat upaya membangun solidaritas di antara korban dari hari ke hari semakin baik. Setiap tahunnya harus ada upaya merawat ingatan tentang Tragedi Mei 1998 ini,” kata Azriana kepada Lintas24.com di Jakarta, Senin (11/5).

Sementara itu, Komisioner Komnas Perempuan Mariana Amiruddin berpendapat pemerintah masih harus melakukan penyelidikan dan pemulihan nama baik korban dan keluarga korban. Dengan begitu, diharapkan korban dan keluarga korban dapat lebih terobati setelah mengalami luka mendalam bertahun-tahun lamanya.

“Saya pikir perlu juga dibangun museum agar generasi muda bisa mengetahui Tragedi Mei 1998. Sekarang ini sudah banyak anak muda yang tidak tahu kejadian ini,” kata Mariana.

Selain peresmian Prasasti Mei 1998, pada Selasa (12/5) juga akan diadakan panggung budaya di Mal Klender, Jakarta Timur. Acara ini bertujuan mengingatkan masyarakat bahwa pernah terjadi Tragedi Mei 1998 di tempat tersebut.

Berdasarkan laporan “Sujud di Hadapan Korban Tragedi Jakarta Mei 1998” yang dikeluarkan oleh Tim Relawan untuk Kemanusiaan, setidaknya ada 1.217 jiwa yang meninggal, 91 orang luka, serta 31 orang hilang akibat Tragedi Mei yang terjadi pada 13 hingga 15 Mei 1998.

Selain terjadi pembunuhan, juga terjadi kekerasan seksual pada masa itu. Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Mei 1998 telah memverifikasi adanya 85 perempuan korban kekerasan seksual yang berlangsung dalam rangkaian kerusuhan Tragedi Mei 1998 dengan rincian 52 korban perkosaan, 14 korban perkosaan dengan penganiayaan, 10 korban penyerangan dan penganiayaan seksual, dan sembilan korban pelecehan seksual.

TGPF mengaskan bahwa kekerasan seksual telah terjadi selama kerusuhan dan merupakan satu bentuk serangan terhadap martabat manusia yang telah menimbulkan penderitaan yang dalam serta rasa takut dan trauma yang luas.

No Responses

Leave a Reply

error: Content is protected !!