by

Pramuli dan Tagana Purbalingga Bekali Masyarakat Tumanggal Siapkan Kebutuhan Secara Mandiri

-Pendidikan, Update-dibaca 3.26Rb kali | Dibagikan 13 Kali

Minggu (3 Januari 2021) menjadi hari terakhir bagi Pramuka Peduli (Pramuli) Kwartir Cabang (Kwarcab) Purbalingga dan Tagana Purbalingga bertugas di Dapur Umum Bencana Tanah Bergerak di Dusun Pagersari, Desa Tumanggal, Kecamatan Pengadegan, Kabupaten Purbalingga.

Berbeda dengan tim dari Dinsosdalduk KB P3A, BPBD, PMI dan para relawan yang telah selesai bertugas pada 31 Desember 2020. Pramuli dan Tagana Purbalingga mendapat tugas tambahan untuk menyiapkan para pengungsi dan masyarakat di Desa Tumanggal agar dapat mandiri dalam menyiapkan kebutuhan sehari-hari. Mereka mengajari bagaimana mekanisme memasak dalam jumlah besar dan dipatok waktu agar bisa terdistribusikan tepat waktu.

“Pasalnya untuk waktu distribusi makanan harus dilakukan dengan seksama, untuk menyiapkan nasi bungkus untuk sarapan pagi harus didistribusi pukul 06.00, makan siang pukul 12.00 dan makan malam pukul 17.00,” kata Iwan Supriyatno, Andalan Urusan Abdimas Kwarcab Purbalingga pada https://kwarcabpurbalingga.or.id/ Minggu (3 Januari 2021).

Menurut Iwan, Dapur Umum sudah bisa dilepas pada Senin (4 Januari 2021) yang selanjutnya akan diserahkan pada para pemuda dan juga ibu-ibu PKK desa setempat. Secara bertahap proses memasak nantinya bisa dilakukan di rumah masing-masing agar lebih mudah.

“Secara bertahap nantinya mereka akan bisa memasak di rumah masing-masing. Mereka masih memerlukan logistik mentah berupa sembako,” ungkapnya.

Seorang pengungsi, Slamet Ridwan Mustofa mengatakan, saat ini sudah bisa memasak nasi dalam jumlah besar dan proses memasak yang benar. Slamet mengaku setelah mendapatkan bekal dari Pramuli dan Tagana Purbalingga, dirinya bisa memasak dalam jumlah banyak dan tepat waktu.

“Apalagi jika nasi yang masih panas langsung dibungkus pasti akan cepat basi, tapi kami diajari tekniknya agar nasi yang dibungkus tidak cepat basi dan semua bisa selesai tepat waktu,” kata Slamet.

Baca Juga:  Kabag Humpro Pemprov Jawa Timur, Agung Subagyo: Gubernur Khofifah Tak Ikut Iring-iringan Mobil Kecelakaan di Tol Mojokerto-Kertosono

Kepala Desa Tumanggal, Surati mengatakan pihak desa memang meminta kepada relawan dari Pramuli dan Tagana Purbalingga untuk membantu menyiapkan kemandirian para pengungsi bencana tanah bergerak agar bisa memulai kehidupan baru. Ia menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas kerja keras, keikhlasan serta kepedulian dari para relawan yang telah membantu korban terdampak bencana alam.

“Terima kasih untuk Ibu Bupati beserta jajarannya, Dinas Sosial, BPBD, juga seluruh relawan yang telah membantu bahu membantu mengevakuasi, membantu memasak di dapur umum, serta semua masyarakat terima kasih atas donasinya, semoga yang dilakukan dapat menjadi ladang amal ibadah,” ungkap Surati.

Sebagai informasi, bencana tanah bergerak yang melanda Dusun Pagersari, Desa Tumanggal terjadi pada Kamis, 3 Desember 2020. Pergerakan tanah diakibatkan karena faktor hujan yang mengguyur kawasan tersebut sejak pagi hingga malam hari.

 

Selain itu, faktor topografi dengan kemiringan 30 derajat membuat tanah di Dusun Pagersari semakin labil. Akibatnya puluhan rumah mengalami retak pada bagian dinding bahkan beberapa diantaranya roboh.

Kerusakan yang terjadi mulai dari rusak ringan hingga dapur ambruk karena elevasi tanahnya turun dan dua rumah lainnya amblas. Hingga Kamis, 31 Desember 2020 warga terdampak tersebar di RT 15, 16 dan 17 atau sebanyak 213 Kepala Keluarga yang terdiri dari 707 jiwa mengungsi ke tempat yang lebih aman.

 

 

Comment

Berita Lainnya