by

PPDB Online SMP di Cilacap Sudah Dimulai. Calon Siswa Disediakan 3 Pilihan Sekolah dan  4 Jalur

-Pendidikan, Update-dibaca 2.37Rb kali | Dibagikan 35 Kali

Kepala Bidang Pendidikan Dasar inas Pendidikan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Cilacap, Kastam memaparkan, Disdikbud telah memulai pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online untuk jenjang SMP, Rabu (1 Juni 2020).

“Dari 196 sekolah di Cilacap, baru ada 66 sekolah yang menggunakan sistem dalam jaringan (daring), tujuh diantaranya merupakan sekolah swasta. Sementara sisanya masih menggunakan sistem luar jaringan (luring),” tuturnya.

Ia menjelaskan, hingga saat ini, dari total daya tampung PPDB online dari 66 sekolah sebanyak 15.060 siswa baru terisi 3.352 siswa.

“3.352 siswa itu, terbagi jalur zonasi sebanyak 2.195 siswa. Jalur prestasi 686 siswa, jalur afirmasi 461 siswa dan mutasi sebanyak 10 siswa. Sampai dengan hari ini kuota masih tersisa sangat banyak, masyarakat diberi kesempatan sesuai pilihan yang dituju,” tuturnya kepada cyber media lintas24.com, Kamis (2 Juni 2020)

Ia menambahkan, dalam PPDB online, siswa diberi tiga pilihan untuk masuk ke sekolah yang diinginkan. Jika pada pilihan pertama siswa tidak lolos maka dengan sendirinya dimasukan pada pilihan ke dua, begitu seterusnya.

“Jika pilihan ke tiga juga tidak lolos, siswa masih bisa punya kesempatan untuk pindah jalur, baik jalur zonasi, afirmasi, prestasi maupun mutasi. Sampai batas waktu tanggal 4 Juli pukul 12.00 WIB,” jelas Kastam.

Namun masih ada kendala lainnya ungkap Kastam, yakni permasalahan kartu keluarga (KK). Pasalnya, dalam PPDB online jalur zonasi, siswa minimal harus tinggal 1 tahun ditempat domisili.

“Siswa harus memasukan tanggal domisili, minimal 1 tahun. Namun banyak kendala, contoh kasus, keluarga tersebut memiliki tambahan anak, dan harus mengganti KKnya, otomatis tanggal dibuatnya KK akan berubah, padahal mereka sudah tinggal lebih dari 1 tahun. Ini bisa menggunakan surat kerengan domisili dari RT maupun desa,” tuturnya

Ia mengatakan, untuk sekolah yang menggunakan sistem luring, dibatasi minimal 20 pendaftar. Namun untuk menggantisipasi pendaftar yang membludak, pihaknya memberlakukan sistem sift dalam pendaftaran PPDB.

“Kita tetap mengedepankan protokol kesehatan. Jika tidak memungkinkan akan jemput bola. Begitupun dengan PPDB online, kendalanya kita masih banyak masyarakat yang belum paham untuk memasukan data online,” katanya.

 

 

Comment

Berita Lainnya